Kang Emil Nggak Nyalon, Bagaimana Nasib Jomblo di Jakarta?

Kang Emil Nggak Nyalon, Bagaimana Nasib Jomblo di Jakarta?

jownes.com

Memang ajaib ajib Ridwan Kamil. Walikota Bandung itu begitu populer di Jakarta. Elektabilitasnya di Ibukota juga menanjak. Begitulah hasil survei terkini tentang bursa calon gubernur DKI Jakarta. Ini yang ajaib Kang Emil – sapaan akrab Ridwan Kamil – atau lembaga surveinya?

Kang Emil sendiri ganteng-ganteng anteng-anteng saja. Beliau katanya nggak pernah caper ke warga Jakarta. Kalau pun popularitas dan elektabilitasnya tiba-tiba naik, ya Alḥamdulillah ya kang. Meski begitu, ia memutuskan untuk tidak maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Tapi bagaimana bisa popularitas dan elektabilitas Kang Emil di Jakarta menanjak? Jangan dulu berpikir teori konspirasi, bro, sis. Terlalu berat untuk menjelang wiken begini. Alasannya simpel, itu terjadi karena apa yang dilakukan Kang Emil di Bandung dengan mudah dikonsumsi warga Jakarta via media sosial terutama Twitter.

Jangan lupa, warga Jakarta adalah pengguna Twitter paling cerewet. Sampai-sampai Jakarta dijuluki Ibukota Twitter. Lembaga riset asal Prancis bernama Semiocast pernah mengambil 27% tweet yang dikirim dari seluruh dunia sebagai sampel, lalu menganalisisnya hingga ke tingkat kota. Hasilnya, Jakarta berada di posisi puncak, di atas Tokyo dan London. Ini pasti ulah Kokok Dirgantoro, salah satu selebtwit tersohor dari Jakarta dan pinggirannya.

Jangan dilupakan juga, Jakarta adalah surganya masyarakat kelas menengah, baik yang keren sampai yang ngehek. Jadi, kalau urusan konsumsi, sudah pasti paling juara. Mulai dari konsumsi berita sampai urusan belanja online. Apalagi cuma konsumsi status pesohor.

Kang Emil memang dikenal sebagai sosok yang sangat aktif di media sosial. Media sosial miliknya ia kelola sendiri, ia gunakan untuk berkomunikasi dengan warga Bandung. Tentu saja, kita tahu, media sosial tidak pernah mengenal pembagian geografis. Apa yang beliau posting akan mudah terbaca oleh warga di daerah lain. Jadinya baper.

Tapi, ketika beliau secara resmi menyatakan diri tidak akan maju sebagai cagub DKI, seorang teman mengirimi saya pesan lewat Whatsapp, “Warga Bandung bergembira,” katanya. “Taman Jomblo belum akan pindah ke Jakarta.”

Ah, sungguh saya merasa terkesima dan langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaan kenapa Kang Emil begitu dicintai warganya. Saya yakin, tak lain dan tak bukan itu disebabkan karena Kang Emil adalah sosok pemimpin yang peduli pada kaum jomblo. Kaum paling tertindas di dunia asmara.

Hidup sebagai kaum jomblo sekarang ini adalah hidup dengan jerat penderitaan. Hari-hari yang sepi, defisit perhatian, terus menerus di-bully saat malam minggu, makan sendiri, minum sendiri, tidur sendiri, tak ada yang peduli.

Bagi kaum jomblo, yang namanya tata kota, efektifitas birokrasi, akuntabilitas keuangan, dan segala tetek bengek sistem pemerintahan itu hanya ada di dunia fantasi. Mereka tidak peduli. Mereka hanya butuh perhatian, butuh semangat, dan motivasi untuk bisa melewati masa suram kejombloan mereka.

Ahok tidak bisa, Sandiaga Uno juga, apalagi Yusril. Hanya Kang Emil yang terbukti bisa memberikan perhatian yang tulus kepada mereka. Saking tulusnya, sampai-sampai ada warga yang demo minta jodoh ke Kang Emil. Pusing nggak tuh?

Ketika pemimpin daerah lain sibuk ngamuk, marah-marah, bentak-bentak, “Saya sikat!”, Kang Emil lebih memilih untuk memberi motivasi kepada para jomblo. “Dia Real Madrid kamu Barcelona, dia sudah married, tapi kamu masih berkelana.”

Daripada marah-marah di depan mic saat apel, Kang Emil malah memilih untuk meng-upload foto saat dirinya berpidato dengan mulut terbuka di depan mic. “Akhirnya saya tahu rasanya mic itu asem, hambar, dan pahit. Persis seperti masa lalu cintamu,” tulis Kang Emil di akun instagram.

Dia juga membuat taman bertema jomblo yang berlokasi di kolong jembatan layang Pasupati. Maklum, populasi jomblo sangat banyak di Bandung. Karena itu perlu difasilitasi. Daripada terus melamun dan galau, itu berbahaya. Lebih baik kumpul di taman. Siapa tahu ketemu jodoh sambil menari-nari di sela pepohonan.

Tapi, sayang beribu sayang, kaum jomblo di Jakarta sekarang ini belum bisa menikmati perhatian dari Kang Emil. Beliau sudah menyatakan diri tidak akan nyalon di Jakarta. Nggak tahu deh mau nyalon kemana. Yang sabar ya, mblo. Hidup memang begitu. Perih, tapi sedikit gurih. Berperih-perihlah, maka nanti semakin perih tambah gurih. Bukan begitu, mblo…?

  • Gembok Cinta, Taman Jomblo…
    Tinggal datang aja ke Bandung, jangan minta dipindah ke Jakarta, apalagi sampe ke Kuningan… Hahaha.