“Kamu Percaya Ilmu Santet, Beibh?”

“Kamu Percaya Ilmu Santet, Beibh?”

kaoskakibau.com

Saya pernah nggak percaya ilmu santet. Sampai suatu hari, saya ngobrol dengan seorang profesor di bidang hukum pidana, yang tengah mempelajari hukum penggunaan santet.

Menurut sang profesor – yang saya lupa namanya – serangan santet bisa dibuktikan, salah satunya dengan keberadaan benda-benda yang bisa menjadi alat bukti. “Saya lihat sendiri, jarum, silet atau apapun itu ada di dalam organ korbannya. Terlihat kok kalau di-rontgen,” ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, saat saya berkunjung ke Surabaya, seorang teman bercerita tentang bukti-bukti santet yang bisa disaksikan di museum santet di kota itu. Duh, museum santet. Dari namanya saja sudah bikin penasaran.

Bermodal google maps, saya menemukan alamat Jalan Indrapura 17, lokasi dimana museum yang bernama asli Museum Kesehatan Dr Adhyatma itu berdiri. Gedung museum terletak di dalam komplek gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) dan Kebijakan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

pesonawisatasurabaya.wordpress.com
pesonawisatasurabaya.wordpress.com

Ada dua ruangan utama di museum itu, ruang kesehatan tradisional dan ruang kesehatan modern. Mana yang lebih menarik? Sudah pasti yang menarik itu kamu… tapi nanti ya, setelah ruang kesehatan tradisional di museum ini. 🙂

Di bagian tradisional, saya disuguhi koleksi benda-benda yang menakutkan, yang selama ini cuma tahu dari omongan teman atau film-film horor madam Suzanna. Buat saya yang nggak percaya-percaya amat sama hal mistis, semua itu bikin merinding. Gimana sama yang percaya, ya?

Bayangkan saja, rak-rak etalase ruangan ini berisi tali pocong, paku berkarat, jarum, sampai rambut dan ijuk yang katanya dikeluarkan dari dalam tubuh manusia korban santet.

Ada juga beberapa hasil foto sinar X yang menunjukkan adanya jarum dan silet di dalam paru-paru manusia. Belum lagi susuk dan potongan usus manusia korban santet yang diawetkan dalam cairan formalin.

Berbagai dokumentasi proses kegiatan pengobatan santet juga ada di museum ini. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan telur ayam kampung. Hiyyy… belum apa-apa saya sudah bergidik ngeri.

youtube.com
youtube.com

Memang sempat terlintas di pikiran saya bahwa semua itu bisa saja rekayasa. Tapi kan museum ini dinaungi pemerintah, bukan museum abal-abal. Tapi bukan berarti pemerintah nggak hobi merekayasa sesuatu dan asal-asalan, sih?

Kengerian saya belum berhenti sampai di situ. Masih banyak benda-benda lain yang sering dipakai untuk praktik supranatural. Ada tanah kuburan, boneka yang ditusuk jarum, foto seseorang yang ditusuk paku dalam kain merah, dan boneka jerami berbentuk manusia yang pada bagian tubuhnya tertancap kayu.

Boneka Nini Thowok dan Jelangkung berukuran besar juga dipajang di sana. Nini Thowok adalah jelangkung versi perempuan. Fungsinya untuk memanggil arwah. Serasa ada di tempat syuting film-film horor era 80 dan 90-an.

ulinulin.com
ulinulin.com

Selesai melihat-lihat ruang kesehatan tradisional, saya memasuki ruang kesehatan modern. Barangkali yang ini agak menghibur dan tidak sekelam ruangan sebelumnya. Isinya barang-barang unik juga.

Tapi nggak nyangka aja, ternyata yang bakal saya lihat adalah berbagai alat bantu seks. Dari mulai alat kelamin palsu berbagai ukuran sampai vibrator dalam berbagai bentuk, yang sebelumnya tak pernah terbayang dalam pikiran saya. Beneran deh…

Alat pembesar penis berbentuk vakum dalam berbagai desain juga bisa ditemukan di sana. Ada juga lho beberapa koleksi celana anti perkosaan yang pada dekade 40-60an sempat betul-betul digunakan. Celana tersebut ada yang berlapis besi dan digembok.

Saya pun geleng-geleng kepala saat melihat sisa-sisa kulit dari sunatan massal yang berusia sekitar 40 tahunan. Potongan-potongan kulit kelamin itu diawetkan di dalam cairan. Rajin sekali pendiri museum ini ngumpulin gituan, ya? Yang jelas setelah melihat ini, agak malas saya makan kerupuk kulit. Agak curiga aja gitu. 🙂

adasaja.net
adasaja.net

Pendiri museum unik ini ternyata seorang dokter yang juga ahli supranatural bernama Harijadi Soeparto. Ia menamai museum yang didirikan sejak 2004 tersebut dengan nama menteri kesehatan Indonesia era 1988-1993.

Menurut penjaga museum – saya juga lupa namanya, tapi mari sebut saja dia, Justin – museum ini diyakini memiliki aura mistis yang tinggi akibat banyaknya koleksi benda-benda itu. Terdapat gelombang geo patogen yang biasanya menjadi tempat makhluk gaib berkumpul.

Saya sebenarnya orang yang nggak peka sama hal-hal gaib, jadi nggak bisa membuktikannya. Fakta menarik lainnya, kata Justin, gedung museum ini dulunya adalah rumah sakit kelamin. Kamu jadi penasaran?

Silakan saja datang, karena museum ini memang terbuka untuk umum. Museum Kesehatan buka setiap hari kerja dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kalau hari Minggu buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Jadi tadi kita sampai mana, beibh?

  • Baru tau ada museum isinya beginian. Menarik 😀