Kamu Jomblo Bertipe Yuan?

Kamu Jomblo Bertipe Yuan?

The Wall Street Journal

Bosan membaca analisis berbagai orang tentang perang mata (currency war), saya terpanggil untuk menulis soal mata uang dunia dalam kaitannya dengan jomblo. Agak maksa, tapi ada benang merah.

Belum lama ini, Yuan, mata uang negeri Tiongkok, bikin geger sedunia karena mengikuti langkah Yen, yaitu devaluasi. Tidak tanggung tanggung, langsung turun 2%. Ketika itu, sudah ada yang meracuni saya dengan informasi bahwa Yuan akan devaluasi hingga 10%. Pokoknya menghebohkan.

Amerika Serikat (AS) gemetar ingin menaikkan suku bunga, Eropa kebingungan bagaimana menaikkan perekonomiannya, Asia Tenggara panik karena berpotensi diserbu berbagai produk Tiongkok di tengah perlambatan ekonomi di negara masing-masing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun sempat terpuruk ke level terendah sejak krisis 1998. Semua gara-gara Yuan. Iya, mata uang dari sebuah negara yang tahun 90-an dipandang sebelah mata.

Yuan ini model jomblo yang dulu selalu diremehkan dan di-bully teman-temannya yang lebih keren. Dan, ternyata sekarang kondisi berubah.

Mungkin karena rajin bekerja, belajar, olahraga, jomblo yang dulu biasa-biasa saja, saat ini jadi incaran banyak orang. Bahkan sampai rekan sesama jomblo minta diajarin trik-trik agar dikejar jodoh.

Tentunya jomblo bertipe seperti Yuan ini, tetap harus rendah hati dan mengedepankan prospek hubungan jangka panjang. Jangan balas dendam ke orang-orang yang dulu meremehkan. Nanti jadi musuh malah repot.

Sebelumnya, Jepang mendevaluasi Yen sehingga produknya yang kaya inovasi menjadi relatif lebih murah dan kompetitif. Ekonominya memperlihatkan pertumbuhan yang positif.

Kondisi ini mirip dengan high quality jomblo yang memasuki usia panik, karena tekanan orang tua. Mungkin karena dasarnya berkualitas tinggi, jadi harapannya punya jodoh berkualitas tinggi pula. Habis waktu mencari, tak dapat jua.

Dengan menurunkan sedikit kualitas jodoh yang dicari, ternyata kandidatnya cukup banyak. Ini tentunya suatu terobosan di dunia perjombloan Indonesia.

Selanjutnya, siapa yang tidak kenal dolar AS? Semua pengusaha sampai pemburu funding kegiatan berlomba mencarinya. Semua gerak gerik mata uang negara adidaya ini diikuti seluruh dunia.

Beberapa orang memujanya melebihi agama. Beberapa lagi membencinya tanpa alasan yang jelas. Pokoknya suka, titik! Pokoknya benci, titik!

Dolar AS bukanlah perlambang ekonomi tanpa cacat. Negara bermata uang ini membuat seluruh dunia terguncang karena krisis yang dipicu secondary mortgage facility. Industri keuangan dunia meleleh dibuatnya.

Semua karena kepentingan politik memberikan fasilitas kepemilikan rumah secara ‘serampangan’. Tapi tetap saja dolar AS selalu dipuja dunia dan ditunggu langkah-langkahnya.

Dolar AS ini serupa jomblo ganteng, berwajah innocent/protagonist, tapi sering banget nikung gebetan orang lain. Cuma buat memperlihatkan ke berbagai orang, eh aku ini lebih keren dari kamu loh.

Habis nikung pacar teman, terus diputus, jomblo lagi. Tapi, karena wajahnya innocent dan kebetulan tajir, mudah sekali dapat pacar baru, lalu diputus lagi, berstatus jomblo lagi.

Jomblo tipe apakah kamu?