Jangan Sia-siakan Hidup dengan Menjadi ‘Haters’ Ustadz Felix Siauw

Jangan Sia-siakan Hidup dengan Menjadi ‘Haters’ Ustadz Felix Siauw

Felix Siauw (intelijen.co.id)

Siapa yang tak kenal Felix Siauw? Beliau itu seorang ustadz, penulis hebat cum motivator cinta. Bukunya yang berjudul ‘Udah, Putusin Aja’ menjadi salah satu buku yang paling diburu oleh para jomblo, termasuk saya.

Buku itu semacam buku putih kenapa menjomblo itu mulia sekali. Nggak percaya? Beliau menyebutnya sebagai jomblo syariah. Jomblo karena Allah.

Jomblo karena takut melakukan hal-hal tak senonoh yang dilarang agama Islam. Setidaknya itu pembelaan paling aman bagi jomblo seperti dia saya.

Oh, saya nggak bermaksud bilang kalau jomblo syariah itu orang-orang yang imannya tipis, karena nggak tahan godaan syaiton yang terkutuk. Memangnya iman para jomblo non-syariah lebih tebal, karena berhadapan langsung dengan syaitonirrajim sebelum ijab kabul tiba? Tidak juga.

Ya sudah jadi nasibmu, mblo. Udah sering galau kalau lihat truk gandengan, miris kalau lihat sandal jepit berpasangan, bakal masuk neraka pula. Tapi apa iya surga sesempit papan permainan monopoli, tadz?

Konon, Felix Siauw disebut ustadz yang penuh kontroversi, karena kicauannya di media sosial. Tapi mana mungkin ustadz sekontroversi itu bisa mengisi acara di stasiun TV milik negara?

Judul acaranya pun ‘Inspirasi Iman’. Bahkan acara komunitas yang diikuti oleh ustadz Felix di GBK disiarkan langsung oleh stasiun TV nasional. Kalau fitnah jangan ngawur dong.

Coba saya tanya, dimana letak kontroversinya ustadz yang satu ini? Kalau ada kata-katanya yang nyeleneh, itu kan biasa. Ustadz Felix justru luar biasa, karena mampu menilai sesuatu sebelum melihatnya secara langsung. Loh kok bisa?

Ya bisa-bisa saja. Contohnya, beliau bisa menilai film “Dracula: Untold”, padahal ia belum menonton filmnya. Mungkin ustadz Felix diberikan kelebihan oleh Gusti Allah untuk bisa mengetahui isi film tanpa harus menonton film tersebut.

Tak banyak manusia yang bisa seperti beliau. Ia mengkritisi film “Dracula: Untold” dan mengatakan bahwa film tersebut berusaha membuat stigma negatif terhadap Islam.

Hollywood memang sering menjadikan muslim sebagai antagonis. Makanya saya mendukung pendapat beliau, meski saya belum membaca versi penuh artikel beliau yang panjang itu. Nggak percaya? Bisa lihat ini.

Kalian jangan pikir saya mencoba menilai sesuatu sebelum melihatnya secara penuh. Saya mencoba mengikuti apa yang dilakukan ustadz Felix. Mendukung artikel beliau tanpa perlu membaca artikelnya sampai selesai.

Seperti menilai film “Dracula: Untold” tanpa harus menontonnya, bukan? Toh, sekarang ini juga banyak orang yang menyebarkan isu dan beropini tanpa harus mengetahui kebenarannya.

Saya pun semakin yakin bahwa ustadz Felix sebagai penjaga moral anak muda Indonesia. Beliau bahkan pernah menentang aktivitas selfie. Bagi ustadz yang satu ini, selfie bisa berujung takabbur, riya, ujub, dan sebagainya.

Awalnya saya risih dengan pendapat beliau. Meskipun saya jarang selfie, tapi saya penikmat selfie cewek cantik yang biasanya saya lihat di akun twitter member JKT48 dan akun twitter @SelfieArea.

Tapi seiring berjalannya waktu, pendapat beliau ada benarnya. Saat ini, banyak sekali aksi selfie yang merusak bahkan berujung maut. Yang paling diingat, tentu rusaknya taman bunga di Jogja oleh para selfieholic dan kematian mahasiswa Atmajaya Eri Yunanto di kawah Merapi.

Bagi ustadz Felix Siauw, selfie lebih baik dihindari, karena nggak ada manfaatnya, malah banyak mudaratnya. Tapi mengapa beliau diberitakan pernah mempromosikan sebuah lomba selfie ya? Masa sih?

Setahu saya, ustadz Felix itu anti hal-hal yang berbau barat dan Yahudi, meski beliau menggunakan FB sebagai salah satu alat dakwahnya. Ada yang bilang kalau istilah ‘wall’ atau ‘dinding/tembok’ di FB terinspirasi dari ‘Tembok Ratapan’, salah satu tempat suci kaum Yahudi di Yerusalem.

Mark Zuckerberg – pemilik FB – adalah orang Yahudi, walau menjadi seorang ateis dan katanya balik lagi menjadi Nasrani. Tapi, itu kan cocoklogi saja. Bukan begitu, tadz?

Kalau yang satu ini baru bukan cocoklogi. Kata ustadz Felix, wanita yang mandiri dan kuat itu wanita serem. Mungkin beliau sering nonton WWE Smackdown dan UFC Championsip. Akhi, siapa jagoanmu? Kalau di Smackdown, jagoanku Lita. Kalau di UFC, Ronda Rousey.

Ah, sudahlah kalian para haters. Apa kalian tak tahu, beliau ini adalah ustadz harapan bangsa, meski menolak nasionalisme gara-gara tak ada dalilnya. Kebencian kalian tak berdasar. Kalian dibutakan oleh benci. Nanti kalau jadi benci beneran bagaimana? Alias benih-benih cinta?

Jadi, terlalu berharga hidup kalian hanya untuk menjadi haters ustadz Felix. Mulai sekarang berhentilah, karena yang paling tepat dalam menyikapi kicauannya adalah dengan tidak menyikapinya.

Tabik…

  • Bissmillah, buka saya membela ustad dan menyalahi buah pikiran anda. Tapi saya anggap anda manusiawi, seperti manusia kebanyakan. Saya mau tanya, sebelum menulis artikel anda ini apakah anda sadar anda seorang muslim yang taat? Lupakanlah kalau pertanyaan saya begitu berat untuk dijawab. Karena munafikun tidak gentar akan Tuhannya. Ini sedikit link yang mencerminkan ustad yg anda bahas. Bukan karena belum menonton film terlihat ustad sok tau dg drakula yg kamu bilang. Tapi ustat lebih paham ideologi barat thd islam. Dan anda paham kah tentang itu?

    Sekali lagi bukan membela. Tapi saya sedikit lebih tau kemana inti pikiran anda dan apa maksut ustad.

    Lagian saya tidak begitu kenal ustad apa lagi anda. Bertemu kalian pun belum pernah.. hihihi

    Maaf ya kalau saya salah..

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=894446330662503&substory_index=0&id=885101278263675

  • taufan

    Kita manusia..
    Punya nafsu sangat manusiawi.
    Jangan sampai nafsu yg mengendalikan manusia.
    Kalau udah sampai dikendalikan nafsu itu sangat hewani.
    Untuk itu manusia diberi akal.
    Tugas utama akal apa?
    Untuk bertahan hidup?
    apa bedanya dengan hewan?
    Simpel saja.
    Tugas utama akal adalah membedakan benar dan salah.
    Untuk itu kita butuh pedoman. Mana yg benar mana yg salah.
    Kalo anda muslim pedomannya hanya satu.
    Al quran.