Jalanan Macet, Pak Djoko Mundur. Prestasi Macet, Meneer Van Gaal?

Jalanan Macet, Pak Djoko Mundur. Prestasi Macet, Meneer Van Gaal?

Tak ada yang menyangka kalau kemacetan lalu lintas saat liburan sekolah, Natal, dan tahun baru ini lebih parah dibandingkan arus mudik lebaran. Kasihan kan, banyak keluarga-keluarga bahagia yang ingin berlibur dengan mobil kesayangannya, tapi harus tersiksa di jalan akibat macet di jalan tol Cikampek, Cipali, dan sekitarnya.

Apakah pemerintah nggak sadar, kalau mereka-mereka itu rombongan kelas menengah yang harus dilayani dengan baik dan bijaksana? Di tangan merekalah, nasib pejabat negara ini. Apa menunggu sampai di-bully di media sosial?

Apakah pemerintah juga lupa, kalau di tangan mereka pula roda perekonomian terus berputar, mengingat tingkat konsumsi mereka yang tinggi, meski harus gesek kartu kredit yang mulai mendekati limit?

Wahai pemerintah, janganlah abai, para keluarga kelas menengah yang ingin berlibur ini sudah patuh membayar pajak, meski kadang pasang muka cemberut. Isi SPT tahunan pun takut kelewat dan harus rela antre mengorbankan jam kerja kantor, walau habis itu langsung mengeluh di media sosial.

Tapi apa balasan dari pemerintah? Mengurai kemacetan di Jakarta saja tak mampu. Sekarang giliran mau berlibur ke luar Jakarta, macet sama gilanya. Kenapa ini terjadi secara berulang-ulang?

Pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bahwa kemacetan kali ini yang di luar perkiraan sungguh bikin ngilu mendengarnya. Bagaimana mungkin, pemerintah tidak memiliki antisipasi khusus dalam menghadapi liburan yang berbarengan dengan libur sekolah ini?

Kasihan truk-truk yang jadi kambing hitam sebagai salah satu penyebab kemacetan di jalan tol. Tak elok juga menyalahkan petugas pintu tol yang kewalahan melayani pengendara. Tak masuk akal pula menuduh pembangunan infrastruktur yang belum selesai sebagai penyebabnya.

Tapi kita perlu mengacungi dua jempol kepada pak Djoko Sasono, dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Pak Djoko memilih mundur dari jabatannya, karena merasa gagal dan harus bertanggungjawab atas kemacetan yang terjadi.

Oh ya, pak Djoko adalah pejabat yang pertama kali mengumumkan larangan Gojek, Grab Bike, Grab Taksi, Uber, dkk. Ya kita tahu, larangan itu akhirnya mentah di tangan Presiden Jokowi.

Tapi jarang-jarang ada pejabat di republik ini yang mundur, karena mengklaim gagal menjalankan tugas. Terakhir kali, Dirjen Pajak Sigit Pradi yang mengundurkan diri, karena tak sanggup memenuhi target penerimaan pajak. Ini seharusnya menjadi budaya yang lazim terjadi di birokrasi pemerintahan.

Tapi apakah budaya mundur itu akan dilakukan oleh para menteri? Sampai sekarang ini belum ada, wong jadi menteri itu susahnya bukan main. Giliran sudah jadi, was-was bakal kena reshuffle. Kabar Menhub Jonan bakal di-reshuffle pun sedang santer.

Kali ini, para menteri harus belajar dari bawahannya, yaitu para dirjen. Mengemban tugas sebagai pejabat publik itu mahal harganya. Jika gagal, lebih baik mundur daripada dimundurkan, bukan?

Van Gaal

Para menteri di republik ini sekali-sekali juga harus mencermati Liga Primer Inggris yang makin hot sekarang ini. Bagaimana pelatih klub sepak bola di sana memilih mundur, jika timnya terpuruk. Yang nggak tahu malu nggak mundur-mundur, tunggu saja surat pemecatan.

Bagaimana tidak hebatnya Jose Mourinho kala mempersembahkan trofi Liga Primer untuk Chelsea tahun lalu, tapi sekarang dipecat dari pelatih, gara-gara ‘The Blues’ ambrol mendekati zona degradasi.

Tapi rupanya tradisi mundur itu belum dilakukan Louis van Gaal, pelatih Manchester United (MU). Tim ‘Setan Merah’ tersebut sekarang juga tengah terpuruk, meski tak separah Chelsea.

Yang terkini, MU kalah 0-2 dari Stoke City dalam laga ‘Boxing Day’. Ini menjadi kekalahan keempat secara beruntun di semua kompetisi. Jika ditotal, mereka gagal menang di tujuh pertandingan terakhir.

Posisi Van Gaal sebagai pelatih makin terancam. Pelatih berkebangsaan Belanda itu dikabarkan bakal dipecat. Josep Guardiola dan Jose Mourinho disebut-sebut sebagai penggantinya.

Memang sudah sepatutnya Van Gaal mundur, karena gagal mengemban tugas. Kekalahan demi kekalahan terjadi secara berulang-ulang. Lihatlah pak Djoko Sasono yang mundur, karena terjadi kemacetan lalu lintas yang parah. Di tangan Van Gaal, MU juga mengalami kemacetan prestasi yang parah. Jadi tunggu apa lagi, Meneer?

Foto: smeaker.com