Sindrom Istri-istri Penguasa yang Tak Lekang Waktu
CEPIKA-CEPIKI

Sindrom Istri-istri Penguasa yang Tak Lekang Waktu

Ilustrasi (art-interer.blogspot.co.id)

Ini cerita sebuah negeri yang bernama Wkwkwkland, negeri yang dramanya ngalah-ngalahin drama Korea. Belakangan, di negeri tersebut, terdengar kicauan burung pipit yang begitu nyaring dalam menanggapi kabar rencana pemindahan ibukota Wkwkwkland dari kota Wak Wow.

Kicauan itu menyinggung sebagian kalangan, termasuk seekor kancil, karena si burung pipit mengira bahwa lokasi baru ibukota sekarang cuma dihuni monyet.

Seekor kancil betina itu akhirnya membulatkan tekad untuk berangkat ke ibukota. Ia mau memastikan apa benar sudah tak ada lagi monyet di ibukota, sehingga si burung pipit yang pintar ngomong sampai keseleo lidah.

Jangan-jangan justru di ibukota yang banyak monyetnya, yang suka main proyek dan minta komisi. Yang jelas, di kota sang kancil, gak ada monyet yang pernah ketangkep nyolong duit warga, apalagi korupsi berjamaah.

Jadi, di kotanya, gak ada sekumpulan monyet yang berusaha mengajukan hak untuk menyelidiki lembaga anti-rasuah, karena merasa iba sama monyet-monyet yang ditahan akibat ketahuan nyolong.

Namun, entah karena terlalu emosi atau terburu-buru karena takut ketinggalan pesawat – mengingat promonya sudah habis dan harga tiket pesawat lain bisa dua kali lipat – kewaspadaan sang kancil mengendur, sehingga tidak melihat seekor harimau yang datang dari arah berlawanan.

Belum lagi ancaman terjebak macet di ibukota, kalau sang kancil sampai ketinggalan pesawat dan mengubah jadwal penerbangannya. Kemudian, ia teringat waktu dulu ketika sang singa masih jadi adipati di ibukota. Beliau pernah janji mau membereskan masalah kemacetan.

Sang singa bahkan sempat sesumbar bahwa masalah itu akan lebih mudah diselesaikan, kalau beliau sudah jadi raja. Iya sih, begitu jadi raja, beliau memang membangun banyak jalan dan melancarkan lalu lintas di banyak daerah, kecuali di ibukota.

Harimau yang melihat kerempongan sang kancil hanya bisa tersenyum culas. Ia sebenarnya sudah makan dan lagi klekaran karena memang sudah kenyang, tapi sebagaimana tren di kota-kota besar, dia juga sering berlaku kontradiktif: kepingin punya perut sixpacks, tapi jarang olahraga dan hobi ngemil.

Terus, demi mempertahankan harga dirinya, harimau itu bikin adagium sendiri: “Harimau yang sukses adalah harimau yang buncit.”

Melihat sang kancil yang montok, selera makan harimau kembali bergelora dan lupa sama dietnya. Kancil yang gak pernah makan biskuit yang bisa mengubahnya menjadi sekuat macan jelas bukan tandingan sang harimau.

Tapi karena rajin makan sayur, otaknya jadi encer selain kolesterolnya juga rendah. Kepada harimau, sang kancil berkata, “Kamu gak boleh makan aku, Har, aku ini istri jenderal. Jenderal Kancil!”

Harimau yang gak pernah dengar ada jenjang kepangkatan di keluarga kancil tentu saja bengong. Begitupun samar-samar dia ingat kakeknya pernah cerita kalau dulu ada yang namanya Djenderal Kantjil. Film di negeri tetangga yang dibintangi sama, kalau dia gak salah ingat, Ahmad Albar waktu masih kecil.

Kalau kancil itu ngaku istrinya Djenderal Kantjil, jangan-jangan suaminya ya Ahmad Albar itu. Terus ngapain dia main sampai ke sini? Bukannya lebih baik di sana, di rumahnya sendiri walau cuma bilik bambu, tanpa hiasan, tanpa lukisan?

Curiga tapi takut kalau kancil itu benar istri jenderal, sang harimau nanya, “God bless you kalau gitu, Cil. Tapi apa buktinya kamu istri jenderal?”

“Semua binatang takut sama aku, Har, takut ditampar. Kalau kamu gak percaya, kamu boleh ngikutin aku,” jawab sang kancil.

Singkat cerita, sang harimau mengikuti kancil keliling kota. Dan, benar saja, semua binatang – melihat tumben-tumbenan ada harimau lagi tur – langsung lari tunggang langgang.

Dalam hati harimau itu mbatin, “Hebat juga jadi istri jenderal ya?” Sementara sang kancil cuma cengar-cengir karena berasa dikawal vorijder dan tentunya lolos dari maut tanpa perlu menampar sang harimau.

Harimau itu sebenarnya tidak bodoh, tapi dia terlanjur terpesona sama gertakan ‘istri jenderal’. Sebagai anggota keluarga kucing, dia paham betul pengaruh seorang istri terhadap kucing-kucing di seluruh dunia.

Di dunia ini cuma singa, kucing yang memilih untuk hidup berkeluarga. Kucing-kucing jantan lain memilih hidup sendiri, ke mana-mana sendirian. Dan, gak ada yang bakal nanya sama mereka, “Kapan kawin?”

Singa memang punya gelar mentereng, namanya juga raja. Tapi kekuasaan sebenarnya ada di tangan nyonya singa. Tidak ada hewan yang takut, kalau ketemu sang raja – kecuali yang jomblo -, tapi mereka akan langsung ngacir begitu melihat nyonya singa.

Sang singa bisa mencitrakan dirinya sederhana, tapi sang nyonya singa, tasnya bisa berharga puluhan juta. Mana mereka suka ngumpul-ngumpul pula, bikin semacam perkumpulan sosialita ala singa betina.

Belum lagi kalau singa-singa betina itu berburu sambil berlari, arahnya sungguh sulit ditebak. Gelagatnya mau belok kiri, eh ternyata belok kanan. Kemampuan ini disebut singa-metik dan cuma dimiliki sama singa betina.

Begitu berkuasanya singa ini, sampai-sampai di keluarga kucing ada pepatah setengah mengejek yang bilang bahwa, “Kalau ada hewan – satu-satunya hewan – yang ditakuti oleh singa sang raja, maka itu adalah istrinya singa.”

Jadi, sang harimau sebenarnya gak heran, kalau lagak sang kancil bisa lebih hebat daripada suaminya yang ‘jenderal’. Bahkan bukan cuma istrinya, orang yang punya sedikit saja hubungan sama jenderal songongnya bisa ngalah-ngalahin Ahmad Dhani di negeri seberang.

Dulu, ada sepupu jenderal yang marah-marah pas dirazia polisi. Ke depan, siapa tahu ada tengjen alias tetangga jenderal yang juga minta perlakuan istimewa.

Hanya yang harimau dan kancil itu belum sadar, sekarang ini zamannya media sosial. Ini zaman keemasan Awkarin sama Young Lex. Sekali kelakuan mengaku-ngaku kayak si kancil tadi direkam orang terus diunggah ke Youtube dan dibagikan di media sosial, maka seluruh negeri akan menghakiminya.

Kalau sudah begitu, otak encer sang kancil dan pangkat suaminya gak akan banyak menolong. Yang gawat tinggal satu, kalau sampai suatu hari ada nyonya singa, istrinya raja, yang mainan media sosial khususnya Instagram. Biasanya, sang nyonya juga galak. Dan galaknya, bisa ngalah-ngalahin singa!