Jawaban Penggemar Naruto soal Indonesia Rasa Konoha

Jawaban Penggemar Naruto soal Indonesia Rasa Konoha

Ilustrasi Desa Konoha (sorewa.net)

Pada situasi politik yang sedang memanas, banyak orang kehilangan rasa humor. Bercanda atau guyon sedikit, bisa menghadapi masalah besar. Salah-salah ngomong atau bikin status di media sosial bisa berujung pada jeruji besi.

Tapi beruntung masih ada Yadian, santri di Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang, Jawa Timur. Dengan lugu, konyol, dan segar, Yadian bertanya kepada Presiden Jokowi via Youtube. “Siapakah yang menjadi Hokage ke-8 di dalam anime Naruto?” ujar Yadian yang masih berusia 14 tahun itu.

Jokowi hanya bisa tersenyum geli mendengar pertanyaan nyeleneh dek Yadian. Presiden RI ke-7 itu mengaku tidak tahu menahu soal film Naruto, apalagi istilah Hokage. Jokowi malah meminta Yadian untuk menjelaskannya, dan Jokowi akhirnya memahami apa itu film Naruto, istilah Hokage, dan Desa Konoha.

Hokage merupakan julukan yang disandang oleh pemimpin desa ninja (Konoha) dalam dunia animasi film Naruto. Naruto adalah Hokage ke-7 di Desa Konoha. Naruto menjadi salah satu pemimpin yang membawa ketentraman, keamanan, dan kedamaian.

Lantas, seperti kata dek Yadian, apakah Jokowi sebagai Presiden ke-7 dapat menjadikan Indonesia seperti Naruto memimpin Konoha? Duh, ini santri bukan sembarang santri. Tak cuma ngaji dan mendalami ilmu agama, diplomasi tingkat tinggi pun dikuasainya.

Jokowi pun menjawab, “Apakah saya mampu menjadikan negara kita seperti Konoha dalam kepemimpinan Uzumaki Naruto yang tentram, damai, alim, disiplin? Saya jawab Insya Allah. Dengan izin Allah dan kerja keras kita semua, pasti bisa.”

Nah, sebagai penggemar Naruto, saya mau ikut nimbrung menimpali dialog yang sungguh menyegarkan ini. Terlebih, melihat situasi dimana orang-orang saat ini lebih suka ngotot dan marah-marah dalam memaksakan kehendaknya.

Saya sudah menyediakan beberapa bukti historis dan bukti terkini bahwa Indonesia sebenarnya sudah mirip Konoha, bahkan sejak zaman kemerdekaan. Memang sih, saat ini negara kita belum sepenuhnya tentram, aman, dan damai. Tapi setidaknya ada kemiripan karakter, latar sosial, dan lain-lain.

Kita lihat dulu susunan Hokage-nya. Secara umum, setiap Hokage di Konoha memiliki kemiripan karakter dengan presiden di Indonesia. Nggak percaya? Mari disimak:

1. Hashirama Senju dan Soekarno sama-sama founding father berwatak kuat.

2. Tobirama Senju dan Soeharto sama-sama ekstrem dalam memandang perbedaan mayoritas dan minoritas.

3. Hiruzen Sarutobi dan BJ Habibie sama-sama jenius.

4. Minato Namikaze dan Gus Dur sama-sama terkesan santai.

5. Tsunade Senju dan Megawati sama-sama perempuan dan sama-sama berasal dari keluarga founding father. Tsunade adalah cucu Hashirama, Megawati merupakan anak Bung Karno.

6. Kakashi Hatake dan SBY sama-sama kurang terasa pada masa kepemimpinannya, eh?

7. Naruto dan Jokowi sama-sama, katanya, dekat dengan rakyat.

Itu secara karakter tokoh. Sekarang, mari kita lihat latar sosialnya.

Jadi begini, pak Jokowi dan dek Yadian…

Di Konoha, ada dua tokoh yang cukup dikenal baik, yaitu Itachi Uchiha, kakak kandung dari Sasuke Uchiha, teman Naruto yang tampangnya seperti Andika Kangen Band itu, dan Tobirama Senju yang menjadi Hokage ke-2.

Karakterisasi Itachi Uchiha dan Tobirama Senju serta hubungannya dengan Konoha mirip dengan dua kubu di republik ini yang terus menerus berseteru. Konoha sendiri terdiri atas dua klan: Senju (klan Hokage ke-1 dan 2) yang mayoritas dan Uchiha (klan Itachi dan Sasuke) yang minoritas.

Sejak dulu, klan Senju kerap memandang klan Uchiha sebagai biang kerok. Di sisi lain, klan Uchiha memandang klan Senju sebagai kelompok mayoritas yang tidak adil dan kerap menginjak-nginjak Uchiha sebagai minoritas. Perlawanan pun kerap terjadi dan perpecahan tidak bisa dihindari.

Pendek cerita, kiranya saya bisa analogikan Itachi yang ‘anti-hero’ sebagai seorang Ahok. Sedangkan Tobirama cs adalah kelompok yang dianggap ekstrem, seperti HTI dan kawan-kawannya. HTI memang bukan mayoritas secara jumlah, tapi terdengar nyaring seolah kelompok mayoritas.

Perlu diketahui, dalam perjalanannya, Konoha dan Indonesia juga memiliki kesamaan soal keadilan, yang masih jauh dari nilai-nilai keadilan itu sendiri. Keadilan masih bisa dipengaruhi oleh suara orang ramai.

Belakangan, kubu pro-Ahok dan pendukung hak-hak asasi manusia menganggap bahwa vonis 2 tahun penjara kepada Ahok tidak adil dan melenceng dari HAM. Sementara kelompok lain mengamini vonis tersebut.

Itachi – dalam cerita Naruto – semakin dianggap sebagai orang yang bengis. Hal ini serupa dengan sikap kelompok ‘mayoritas’ yang bersyukur bahkan menggelar tumpengan atas dibuinya Ahok.

Tetapi ketika Hiruzen sang Hokage ke-3 kembali membawa masuk Uchiha setelah usai masa bakti Tobirama, mayoritas mulai menganggap ada yang salah dengan Konoha. Uchiha pun menyambutnya dengan baik.

Mirip dengan kelompok ‘mayoritas’ yang menghujat negara karena membubarkan HTI, tetapi minoritas dan/atau pro-Ahok mengacungkan jempol kepada negara.

Ketika HTI bubar…

Pro-Ahok: Baguslah, negeri ini bisa menegakkan keadilan demi keutuhan Pancasila.

Anti-Ahok: Astaghfirullah, negeri ini sudah benar-benar melupakan keadilan dan memojokkan Islam!

Ketika Ahok divonis…

Pro-Ahok: Ya ampun, dimana keadilan hukum dan kebhinekaan di negeri ini?

Anti-Ahok: Alhamdulillah, hukum negeri ini sudah berlaku adil dan memikirkan umat Islam.

Maka, lengkap sudah negeri ini seperti Konoha: ia bisa berubah-ubah sikap dan karakter dalam sekejab, bahkan bisa secara bersamaan.

Pak Jokowi dan dek Yadian tak perlu cemas, semoga saja pada akhirnya negeri ini bisa tentram, aman, damai, dan juga sejahtera. Ya semoga saja… Tapi apakah itu terjadi pada masa Hokage ke-7? Atau, Hokage ke-8 atau ke-9, eh?