Hijabers… Dari Amel Alvi sampai Mariah Idrissi

Hijabers… Dari Amel Alvi sampai Mariah Idrissi

Saya tidak memakai jilbab, karena saya laki-laki. Tapi saya menyadari ternyata jilbab atau hijab itu sangat berguna. Apalagi dipadu dengan baju gamis dan cadar. Sempurna.

Selama ini, saya hanya tahu kalau perempuan berhijab itu untuk menaati perintah agama Islam. Hijab beserta pakaian terusan dapat menutupi aurat, sehingga terhindar dari godaan cowok-cowok ganjen yang terkutuk. Hehe..

Bahkan teman saya pernah bilang, perempuan hijabers tampak lebih anggun dan kharismatik. Busana ini bukan untuk memenjarakanmu, tapi untuk menjaga kehormatanmu.

Saya tidak tahu persis, apakah dia itu Sunni, Syiah, Wahabi, atau Islam Nusantara, tapi alasan dia masuk akal. Peduli amat sama semua itu.

Belakangan ini, saya menemukan manfaat lain dari hijab. Hijab yang dipadu dengan baju gamis dan cadar warna hitam – layaknya busana konvensional perempuan Arab – bisa digunakan untuk menyamar. Betul-betul banyak manfaatnya, bukan?

Kita lihat Amel Alvi. Baru-baru ini, model majalah dewasa tersebut memakai hijab, baju gamis, dan cadar warna hitam, saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus prostitusi artis. Amel tak lupa pakai gelang tasbih.

Amel Alvi
Amel Alvi

Orang-orang sempat kesulitan mengenalinya, karena selama ini dia kerap berpenampilan seksi. Penyamaran yang sempurna. Untuk apa? Wah, saya harus telpon orangnya dulu. Hehe…

Mungkin dia terinspirasi dari Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin. Saat di pengadilan, Neneng yang terlibat kasus korupsi pengadaan dan pemasangan PLTS di Kemenakertrans juga mendadak memakai hijab dan bercadar. Yang tampak hanya mata dan telapak tangannya.

Selain Neneng, mungkin Amel juga mengikuti jejak Yulianis, saksi kasus suap Wisma Atlet Sea Games. Saat bersaksi di pengadilan, Yulianis juga berhijab dan bercadar. Padahal sebelumnya dia tidak menggunakan pakaian yang tertutup seperti itu.

Tapi kita jangan berprasangka buruk dulu. Bisa saja Amel memang memutuskan untuk berhijab setiap hari.

Amel yang menjadi model majalah lokal mungkin bisa go international, seperti Mariah Idrissi. Gadis berhijab berdarah Pakistan dan Moroko yang tinggal di London itu tengah menjadi pembicaraan. Siapa sangka, meski berhijab, dia menjadi model perdana iklan H&M.

Gadis berusia 23 tahun itu awalnya ragu dengan tawaran H&M. Ia menjawab tawaran untuk menjadi model iklan dengan melontarkan pertanyaan, “Anda yakin mereka tahu kalau aku mengenakan hijab?”

Mariah Idrissi
Mariah Idrissi

Idrissi akhirnya tampil dalam iklan atau bisa dibilang film pendek yang dibuat H&M berjudul ‘Close the Loop’. Dalam film tersebut, Idrissi tampil cantik mengenakan coat warna nude, dengan hijab kafiyeh. Tampilannya makin gaya dengan mengenakan kacamata hitam.

Idrissi sendiri memutuskan berhijab ketika ia berusia 17 tahun. Meski hidup di keluarga muslim yang taat, ia tetap bergaul seperti remaja pada umumnya, berpenampilan penuh gaya, bahkan menindik dan memasang anting mungil di hidungnya.

Belakangan ini, hijab memang sedang menjadi mainstream dan industri fesyen dunia. Sederet peritel busana global seperti DKNY, Tommy Hilfiger, dan Mango, sedang membidik pasar konsumen berhijab termasuk hijabers dadakan. Jadi semakin bergaya bukan?

Foto utama: hdwallpapersnews.com