Hati-hati Kalian yang sudah Berpasangan, Ada Hantu Flamboyanisme

Hati-hati Kalian yang sudah Berpasangan, Ada Hantu Flamboyanisme

rollingstone.com

Ada hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme. Kalimat itu menjadi pembuka dalam Manifesto Komunis. Ada hantu berkeliaran di Indonesia, hantu flamboyanisme. Kalau yang ini Manifesto Flamboyan.

Selama ini, flamboyan identik dengan keglamoran dan borjuasi, seperti yang sering dipertontonkan oleh mantan pesepakbola dan selebriti dunia macam David Beckham.

Padahal, flamboyan bisa dilihat sebagai manifestasi dari sosialisme-komunisme, sehingga bisa menjawab persoalan hidup kelas bawah, yang dalam konteks ini disematkan kepada kaum jomblo.

Kenyataannya saat ini, kaum jomblo adalah kaum sudra nan durjana, kaum yang hanya dijadikan sapi perah kapitalis komersial produk tisu, sabun, bahan ejekan akun dagelan antek zionis yahudi.

Saya menawarkan pemikiran, yaitu bagaimana kalau anda jomblo dan juga sekaligus menjadi seorang flamboyan?

Flamboyanisme adalah ide progresif, sebagaimana ide progresif lainnya, seperti Islam Liberal yang diperkenalkan oleh Ulil Abshar Abdalla. Ide ini pasti tak akan terhindar dari kritik dan pujian.

Jika sosialisme-komunisme memperjuangkan kaum tertindas (proletar) dari cengkraman para kapitalis modal, flamboyanisme memperjuangkan kaum proletar cinta dari cengkraman para kapitalis cinta.

Para kapitalis cinta hanya memeras kaum jomblo dan memasukkan mereka ke dalam subkelas yang biasa diakhiri dengan akhiran zone, seperti adik-kakak zone, friendzone, fuckzone.

Tidak salah, jika Karl Marx dan Friedrich Engels mengatakan bahwa sejarah umat manusia adalah sejarah perjuangan kelas. Dengan flamboyanisme, saya harap ini menjadi semacam kesadaran baru, pencerahan (enlightenment) bagi kaum jomblo bahwa mereka punya nilai yang patut diperjuangkan.

Manifestasi sosialisme-komunisme dalam flamboyanisme adalah sebagai berikut:

1. Seorang flamboyan mempunyai konsep bahwa dialah sumber kebahagiaan.

Kebahagiaan seorang flamboyan tidak akan habis, meski ditinggal gebetan atau ditinggal mantan yang menikah, seperti kasus yang menimpa kakanda @arman_dhani.

Seorang flamboyan justru bisa membagi kebahagiannya kepada adik-adik gemes yang membutuhkan kehangatan dan perhatian.

Konsep ini sejalan dengan filsafat Karl Marx yang mengemukakan bahwa untuk merasakan menjadi manusia seutuhnya, seseorang berwenang terhadap suatu alat produksi, sehingga bisa memaksimalkan potensi yang ada. Alat produksi yang dimaksud adalah kebahagiaan itu sendiri.

2. Fokus pria flamboyan adalah membuat perempuan di lingkaran sosialnya merasa bahagia.

Di sini, pria flamboyan bekerja selayaknya ‘modal’ yang dimiliki oleh komunitas dalam sistem sosialisme. Dengan menganut sistem ini, maka monopoli ‘perhatian dan perasaan’ tidak terjadi, sehingga menurunkan risiko pertentangan.

3. Seorang flamboyan mempercayai bahwa hubungan paling baik adalah hubungan tanpa status.

Dengan tanpa status, maka seluruh perbuatan dilandasi cinta yang tulus. Kedua pihak saling menghargai sebagai partner, bukan pacar yang bisa dieksploitasi dan dikekang kebebasannya.

Hal ini sejalan dengan konsep bahwa individu tidak boleh memonopoli kepemilikan alat produksi. Alat produksi dimiliki oleh negara demi terciptanya kemakmuran rakyat yang adil.

Dengan manifestasi tersebut, saya yakin banyak jomblo merasa nyaman menjadi flamboyan. Sudah saatnya flamboyan tidak lagi menjadi silent majority.

Dengan berani tampil jujur sebagai seorang flamboyan, maka semakin bergetar kaki para kapitalis cinta, seperti sindikat om-om, kalangan sosialita, pengusaha, artis, pejabat dan anaknya.

Dengan memperkenalkan konsep flamboyan ini, saya berharap kaum proletar cinta (baca: jomblo) bisa memperjuangkan kelasnya untuk menumbangkan kapitalisme cinta, yang selama ini menguasai modal (uang, jabatan, klaim kegantengan). Dengan begitu tercipta keadilan cinta bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya berharap konsep flamboyan bakal bersanding dengan konsep ta’aruf sebagai penyeimbang. Tapi saya tidak yakin soal ini, kecuali kalau konsep flamboyan sudah diberi stempel halal oleh MUI.

Jika ta’aruf adalah pilihan kader dakwah konservatif yang taat ibadah dan rajin menabung, maka konsep flamboyan bisa menjadi pegangan bagi para kader liberal, sekuler, dan progresif kekiri-kirian. Wow!

Tidak menutup kemungkinan muncul aliran-aliran baru seperti flamboyan nusantara, flamboyan liberal, dan flamboyan syariah. Semoga saja nanti penganut flamboyan syariah tidak mencap kafir penganut flamboyan liberal dan nusantara.

Tidak lupa dengan hormat saya menawarkan kepada kakanda @arman_dhani dan @AgusMagelangan (Agus Mulyadi) sebagai duta flamboyan dengan mengubur dalam-dalam keinginan mereka untuk memiliki pacar dan berjuang bersama di jalan flamboyanisme.

Hati-hati kalian yang mempunyai pasangan. Ada hantu berkeliaran, hantu flamboyanisme…

  • Carla Putri

    Klo cwek bisa jd flamboyan jg gak? Siap berbagi sesama. Tanpa status? Siapa takut..?!

    • lanjarcahyo

      Jelas bisa, ini kan konsep umum. Cuma karena penulisnya cowo jadi contoh ditulisan ini cowo.