Hati-hati Kalian yang Mengaku Flamboyan, Ada Kutukan Seumur Hidup

Hati-hati Kalian yang Mengaku Flamboyan, Ada Kutukan Seumur Hidup

Saya merasa tergelitik membaca artikelnya Lanjar Pambudi yang tayang pada 14 September lalu berjudul ‘Hati-hati Kalian yang sudah Berpasangan, Ada Hantu Berkeliaran’.

Artikel itu mengupas soal flamboyanisme sebagai ideologi perjuangan para jomblo. Flamboyanisme diyakini bisa membebaskan para jomblo dari eksploitasi kapitalisme cinta.

Wah, saya kagum ada anak muda berani menawarkan sebuah pemikiran di luar mainstream. Tapi, di satu sisi, saya koq kurang yakin kalau konsep atau pemikiran itu bisa berhasil.

Salah satu poin dalam Manifesto Flamboyan menyebutkan, “Seorang flamboyan mempercayai bahwa hubungan paling baik adalah hubungan tanpa status.”

Hubungan tanpa status atau HTS memang lagi kekinian di kalangan anak muda. Bahkan mulai menular ke orang dewasa. Ayo, pasti ada yang lagi senyum-senyum nih.

Orang yang menjalani HTS sebenarnya berperilaku seperti layaknya orang pacaran. Jalan bareng, nonton bareng, makan bareng dan bareng-bareng lainnya. #ehm

Tapi tetap saja status mereka jomblo. Nggak percaya? Tes saja dengan pertanyaan sederhana. “Apakah anda punya pacar?” jawabnya pasti, “belum”.

Paling banter dia bilang, “Lagi deket-deket gitu aja.” atau “Cuma temen deket.” Kalau kepepet paling hanya senyum-senyum asem penuh konspirasi.

Pendek kata, flamboyan ya jomblo, karena tanpa status dan ikatan. Tapi jomblo belum tentu flamboyan. Inilah kenapa jomblo murni itu dianggap kelas sudra nan durjana oleh kaum kapitalis cinta. Jangankan pacar, partner saja tak punya. Life.

Nah, kalau seorang flamboyan itu adalah jomblo juga, berarti seorang flamboyan akan terkutuk menjadi jomblo seumur hidup. Sebab, orang-orang yang berjuang di jalan flamboyanisme tidak percaya dengan status hubungan.

Ada yang mau menjadi jomblo terkutuk?

Mana Tahan?

Saya punya beberapa teman yang menjalani hubungan tanpa status. Awal-awal sih enjoy, tapi lama kelamaan nggak kuat juga. Akhirnya mereka meresmikan status pacaran. Bagaimana bisa nggak kuat?

Begini… Pada prinsipnya manifesto flamboyan menganut universalitas kebahagian. I’m single and very happy.

Seorang flamboyan menebar cinta dan kebahagian kepada semua orang di sekitarnya. Tidak ada praktik monopoli dan akumulasi kebahagian seperti yang dilakukan para kapitalis cinta. Prinsip ini yang sangat berat dijalani.

Saya pernah bertanya kepada teman yang menjalani HTS. “Bagaimana kalau partner kamu juga jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, dan bareng-bareng lainnya sama orang lain? Ikhlas nggak?” Teman saya bilang, “Wah jangan dong.”

Di situlah kelemahan mendasar dari flamboyanisme. Pada akhirnya flamboyanisme terjebak dengan apa yang disebut sebagai praktik kotor kapitalisme cinta. Layaknya kapitalisme modal, praktik eksploitasi, hegemoni, dan akumulasi tidak dapat dihindari.

Apakah flamboyanisme itu utopis (khayalan) layaknya sosialisme?

Sosialisme utopis semula diperkenalkan oleh Karl Marx dan para pemikir sosialis lainnya untuk menggambarkan hipotetis di masa depan, yaitu terbentuknya masyarakat komunis, masyarakat tanpa kelas.

Dalam sebuah masyarakat komunis, tidak ada yang namanya akumulasi modal. Kalau dalam flamboyanisme, tidak ada yang namanya akumulasi cinta dan kebahagian.

Tapi apapun itu, pilihan ada di tangan masing-masing. Tidak ada orang yang bisa mengintervensinya. Akhirul kalam, selamat bercinta!

Foto: 1freewallpapers.com

  • carla putri

    ohh gitu yaa… dasar cowok2 flamboyan…

    • Maaf mbak Carla, siapa yang anda maksud cowok Flamboyan?? Eeeeaaaa….

  • kevin sutedja

    Klo di medsos butuh status, klo hubungan gak butuh hahahaha

  • Saya suka kata2 terakhirnya “Akhirul kalam, selamat bercinta!”