Guyonan Pak Jonan di Siang Bolong soal Gojek dan Kawan-kawannya

Guyonan Pak Jonan di Siang Bolong soal Gojek dan Kawan-kawannya

Menteri-menterinya Pak Jokowi itu lucu-lucu, mungkin ketularan sama selera humor bosnya kali. Salah satu menteri yang lucu kali ini adalah Pak Ignasius Jonan, menteri perhubungan.

Padahal, Pak Jonan ini sebelumnya dikenal sangar. Kebijakannya tegas tanpa pandang bulu. Sampai-sampai bulu kuduk dibuatnya ikut berdiri. Berbahagialah orang-orang yang nggak punya bulu. Lho?

Setahu saya, Pak Jonan ini juga idola anak-anak muda terutama para jomblo dan mantan yang sulit move on. Mereka ngarep banget kalau Pak Jonan bisa menjadi penghubung para jomblo sekarat supaya cepat dapat jodoh. Atau, menghubungkan tali jalinan asmara yang putus di tengah jalan raya, laut, dan udara.

Supaya lebih sempurna, saya ingin usul ke produser-produser acara stand up comedy di tipi untuk mengundang secara khusus Pak Jonan. Pasti produser-produser itu nggak bakal nyesel. Rating­-nya pasti tinggi! Lumayan kan, supaya nggak tenggelam sama serbuan sinetron-sinetron dari negaranya Recep Tayyip Erdogan itu.

Nggak percaya kalau rating bakal naik? Buktinya media-media online dalam sekejab meraup puluhan ribu klik, karena Pak Jonan mencabut larangan beroperasi ojek dan taksi online semacam Gojek, Grab Bike, Grab Taxi, Uber, Blue Jek, Lady Jek, sampai-sampai yang syariah segala seperti Ojek Syar’i.

Pencabutan larangan beredarnya Gojek dkk itu menjadi bahan tertawaan di media sosial. Bukan, bukan meledek, Pak Jonan itu kan pejabat negara, wajib hukumnya untuk dihormati. Tapi ini benar-benar lucu. Bagaimana tidak lucu, wong komentar-komentar netizen pasti dibumbui emoticon semacam LoL sampai wkwkwkwk.

Larangan Gojek dkk cuma berumur sehari. Kamis resmi dilarang, Jumat dicabut. Itu kenapa banyak netizen yang tertawa menyaksikan guyonan di siang bolong tersebut.

Karena begitu ramainya netizen, guyonan itu sampai juga ke telinga Pak Jokowi. Bak pahlawan, Bapak Presiden Joko Widodo langsung menelpon Pak Jonan, pembantunya tersebut. Setelah itu, batal!

Tadinya Pak Jonan melalui Pak Djoko Sasono, dirjen perhubungan darat Kementerian Perhubungan, melarang Gojek dkk karena nggak sesuai UU No 22 Tahun 2009. Intinya kendaraan roda dua nggak boleh jadi angkutan umum.

Angkutan umum itu minimal harus beroda tiga dan punya izin trayek. Pantesan si Bajaj boleh beroperasi ya? Lalu apa kabar ojek pangkalan?

Setahu saya, Gojek sudah beroperasi sejak 2011. Tapi memang baru marak belakangan ini. Kenapa nggak dilarang dari dulu ya? Kenapa larangan muncul pas Gojek dkk sedang getol-getolnya mendulang rupiah?

Kalau menurut saya sih, aturan itu kan dibuat untuk kebaikan bersama. Kalau kebaikan itu bertentangan dengan aturan, ya tinggal diubah aturannya. Bukan malah melarang.

Kasihan pak, teman-teman saya yang ngapelin pacarnya naik Gojek dkk. Bisa defisit lagi anggaran pacarannya. Nggak baik pak, APBN aja nggak baik kalau defisit. Bukan begitu Pak Menteri?

Pak Menteri kan tahu betul, kalau konsumen diuntungkan dari maraknya ojek dan taksi online. Biayanya murah, mudah, cepat lagi kalau naik ojek online. Tahu sendiri lalu lintas di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll.

Bapak Menteri Jonan mending urus saja transportasi massal yang benar-benar aman, nyaman, dan murah buat kita-kita. Taksi dan ojek online marak juga karena kita-kita nggak disediakan transportasi yang aman, nyaman, dan murah itu oleh pemerintah. Masa kalah sama tetangga pak?

Foto: pudjilestari.files.wordpress.com

Meme: CNN Indonesia