Guus Hiddink, Si Om-Om Inspirasi Para Mantan Garis Keras

Guus Hiddink, Si Om-Om Inspirasi Para Mantan Garis Keras

Guus Hiddink mantap balikan ke Chelsea, sebuah klub sepak bola ternama asal Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Hiddink menggantikan Jose Mourinho, pelatih Chelsea yang dipecat akibat performa buruk tim berjuluk The Blues tersebut.

Sudah bukan rahasia lagi kalau ini yang kedua bagi Hiddink melatih Chelsea, meski hanya interim alias sementara. Pelatih berkebangsaan Belanda itu boleh berbangga punya kenangan manis bersama Chelsea pada musim kompetisi 2008-2009. Satu trofi Piala FA dipersembahkan Hiddink.

Hiddink rupanya tak gentar dengan apa yang terjadi dengan Mourinho, mantan pelatih Chelsea yang juga sempat balikan. Mourinho pernah dua kali melatih dan dua kali pula meninggalkan Chelsea.

Roman Abramovich, pemilik Chelsea, memang dikenal haus gelar. Sehebat apapun pelatihnya akan dipecat, kalau tidak bisa memenuhi ambisi juara. Bagaimana kurang hebatnya Mourinho? Baru tujuh bulan lalu, pelatih asal Portugal ini membawa Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris.

Sebelumnya, pada musim kompetisi 2004-2005, Mourinho berhasil menjadikan Chelsea sebagai juara Liga Primer Inggris setelah masa penantian selama 50 tahun. Pada musim berikutnya, 2005-2006, Mou kembali mengantarkan Chelsea menjadi juara. Pada 2006-2007, Chelsea pun memenangi Piala Carling dan FA.

Lalu, Mourinho tiba-tiba hengkang dari Chelsea melalui apa yang disebut sebagai ‘kesepakatan bersama’ dengan petinggi klub. Namun, pada 2013, pelatih berjuluk ‘The Special One’ itu kembali ke pelukan Chelsea. Dan, pada akhirnya, baru-baru ini Mourinho dipecat dan harus kembali meninggalkan Chelsea.

Kalau dihitung-hitung, Mourinho jauh lebih banyak mempersembahkan gelar bergengsi buat Chelsea dibanding Hiddink. Mungkin Mourinho ini semacam mantan terindah, kalau mengutip judul lagunya Raisa. Tapi tetap saja, hubungan Mou dengan Chelsea kembali kandas, setelah sempat balikan dua tahun.

Sudah tahu Chelsea begitu, tapi Hiddink kok ngeyel balikan. Mungkin Om Hiddink lagi ‘jomblo’, karena lagi nganggur setelah memutuskan mundur dari pelatih timnas Belanda pada Juni tahun ini. Ya hitung-hitung ngisi kekosongan. Lagipula bayarannya pasti bikin tajir.

Om Hiddink paham betul, sewaktu-waktu hubungannya dengan Chelsea bisa putus di tengah jalan kayak Mourinho. Dia sangat paham bagaimana watak dan karakter Roman Abramovich, si pemilik klub. Tapi seperti kata anak-anak ABG kekinian, “Jalanin dulu ajalah.”

Tekad Om Hiddink untuk balikan ini menjadi inspirasi bagi para mantan pacar, suami, dan istri yang lagi berusaha keras untuk balikan. Para mantan garis keras ini percaya, tidak ada salahnya balikan, meski tahu betul hubungan yang kedua sangat mungkin gagal kembali.

Namanya juga MANTAN. Singkatan dari Maaf Aku Nyebelin Tapi Aku Ngangenin. Para mantan garis keras menganut prinsip 3N: Nyebelin, Ngangenin, dan Ngajak balikan!

Mantan garis keras emang begitu. Tapi jangan apriori dulu. Mereka-mereka setidaknya bisa membantu menekan angka jomblo di Indonesia yang semakin lama kian meresahkan. Sebuah perbuatan yang sekaligus mulia, bukan?

Kalau mengolah data Badan Pusat Statistik (BPS), setidaknya ada 92,5 juta jomblo dalam kurun waktu 2009-2013. Jumlah itu sekitar 37% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa.

Jumlah yang fantastis bukan? Angka tersebut bisa mengantarkan seorang yang biasa-biasa saja menjadi Presiden Republik Indonesia. Nggak percaya? Berapa jumlah pemilih Jokowi-JK saat Pilpres? Hanya 70,9 juta.

Apa perlu dibentuk Partai Jomblo Indonesia? Sudah pasti ini bisa menjadi partai pelopor yang bisa membuat suatu revolusi di segala bidang, termasuk perjodohan. Revolusi mental tidak ada apa-apanya dibanding revolusi jomblo.

Maka dari itu, balikanlah dengan mantan selagi bisa, karena itu juga tugas suci nan mulia. Singkirkan benalu-benalu. Hari-hari esok adalah milik kita. Lawan hantu flamboyanisme yang hanya akan menjadikan anda sebagai jomblo seumur hidup.

Wahai para mantan sedunia, bersatulah!

Foto: independent.co.uk