Dari Ibu, untuk Ibu, Asal Jangan Abu-abu

Dari Ibu, untuk Ibu, Asal Jangan Abu-abu

“Siapa orang pertama yang ditemui, jika menghadapi masalah besar dalam bisnis dan kehidupan?” tanya seseorang yang hadir dalam sebuah acara pesta wirausaha. “Orang pertama yang saya temui adalah ibu saya,” kata Sandiaga Uno.

Sandi, panggilan akrab Sandiaga Uno, memang tidak pernah lepas dari sosok seorang ibu. Teriring doa ibu pula, Sandi sukses dalam berbisnis.

Semuanya dimulai sejak 1998, ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi. Sandi dipercaya menjadi penasihat keuangan sejumlah perusahaan yang sedang kesulitan finansial.

Dari seorang konsultan keuangan, dia menjelma menjadi pengusaha. Sandi menjadi pemilik perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, induk perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia, PT Adaro Energy Tbk.

Tapi, setelah sukses berbisnis, ia mulai menemukan gairah baru. Dunia politik. Dia akhirnya masuk ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subianto. Sandi menempati posisi strategis, wakil ketua Dewan Pembina Gerindra. Dia pun rela melepas 16 jabatan bisnis.

Semuanya berawal dari sosok ibu. Kini, Sandi menatap ibu lainnya? Wah?

Ibu di sini adalah Ibukota. Sandi kini digadang-gadang oleh Gerindra untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2017. Munculnya nama Sandi sepertinya bakal memupus peluang Ridwan Kamil, walikota Bandung, yang sebelumnya juga disebut-sebut calon DKI 1 dari Gerindra.

Ridwan Kamil dan Sandi sebenarnya setipe. Muda, santun, dan kalau kata teman wanita saya, dia juga ganteng. Sosok yang digandrungi ibu-ibu. Lho, ibu-ibu lagi?

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

Sandi bisa jadi antitesis dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, gubernur DKI saat ini. Semua orang tahu Ahok itu ceplas ceplos, sesekali keluar kata kasar. Sangat kontras dengan Sandi yang kalem.

Sandi yang baru berusia 46 tahun diprediksi bakal menjadi pesaing terberat Ahok pada pilkada DKI 2017. Poster Sandi for DKI 1 sudah beredar luas di dunia maya. Dukungan datang dari sejumlah kalangan terutama dari aktivis media sosial. Waspada Ahok… Kepopuleran anda mulai terancam.

Namun, ada juga yang menganggap beredarnya poster Sandi for DKI 1 baru sekadar test the water. Nasibnya nanti mungkin sama seperti Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil yang sempat diisukan serupa, tetapi redup dalam sekejap.

Sandi memang belum berpengalaman di kancah politik praktis dan birokrasi. Padahal, Jakarta keras bung! Butuh pemimpin yang tegas dan konsisten. Tidak boleh abu-abu alias tidak jelas.

Sebab, informasi yang saya terima, ibukota hanya akan menjadi batu loncatan. Sandi sebenarnya melirik ibu lainnya. Lho, koq ibu-ibu lagi? Ibu di sini maksudnya ibu pertiwi.

Kabarnya, Sandi juga disiapkan sebagai calon presiden pada 2019. Rupanya ada yang ingin mengulang sukses Jokowi dari DKI 1 menjadi RI 1. Mungkinkah? Tanya saja sama ibu-ibu…

Foto utama: aguskhaidir.wordpress.com

  • Carla Putri

    Asli ganteng, bisalah menjual. Scr orang endonesahh liat chasing dulu, isi nomer 20.. 🙂

  • Nastira

    Jangan dulu lah buat naik jadi RI 1, toh performanya juga belom keliatan. Beda lah sukses jadi Pengusaha, belom tentu bisa sukses mimpin negara….

    • Jack Alvin

      Bener mbak nastira. Kuat jadi pengusaha, belom tentu kuat pimpin negara… Kalo menurut saya sih milih pemimpin negara jangan cuma liat dari popularitasnya aja, soalnya ga ngejamin. Emangnya negara film sinetron apa? Buktinya sekarang…. Ada yang setuju sama saya???