Islan Tidak Perlu Dibela
CEPIKA-CEPIKI

Islan Tidak Perlu Dibela

Bastian Steel dan Chelsea Islan (merdeka.com)

Indonesia kembali bergolak. Negara sepertinya kembali berada dalam kondisi gawat darurat. Tapi kali ini bukan karena ada tokoh masyarakat yang tertangkap korupsi atau ada pejabat yang keseleo lidah.

Bukan pula karena Bu Susi atau menteri-menteri lainnya ketiduran di mana lagi. Bahkan ini bukan karena kenaikan tarif listrik. Tapi karena Chelsea Islan dikabarkan tengah menjalin hubungan dengan Bastian ex Coboy Junior.

Praktis sepanjang hari media sosial dipenuhi dengan tagar #AksiBelaIslan.

Indonesia, terutama warganya yang masih jomblo, sempat terguncang setelah Raisa dikabarkan bertunangan dengan Hamish Daud. Hal yang kemudian memicu tagar #HariPatahHatiNasional menjadi trending topic.

Dihantam kabar duka untuk kali kedua, menyusul jadiannya Chelsea Islan dengan Bastian tadi, sepertinya netizen di repoeblik ini benar-benar tidak siap.

Praktis harapan rakyat Indonesia yang masih jomblo tinggal terletak di pundak Isyana Sarasvati. Kalau beliau pun akhirnya diambil orang – catat: ketiganya terjadi pada masa pemerintahan Jokowi – maka meletusnya revolusi hanya menunggu waktu saja. Bagi-bagi sepeda tidak akan bisa menyelamatkan Pak Jokowi!

Tapi pertanyaannya sekarang, apakah Chelsea Islan memang layak untuk dibela?

Pertama, kita harus bandingkan dulu dengan apa yang terjadi pada Raisa. Keduanya sama-sama idola para pria se-Indonesia Raya. Tiga, dengan Isyana. Tapi ketika Raisa akhirnya bertunangan dengan babang Hamish, aksi netizen cenderung damai. Pol mentok mengumumkan kalau mereka patah hati. Tidak radikal, apalagi anarkis.

Kabar hubungan Chelsea Islan dan Bastian ditanggapi berbeda. Ajakan untuk menggelar aksi terpampang nyata dan tanggal-tanggal cantik sudah menunggu di depan mata.

Padahal, apa sih bedanya babang Hamish dengan dedek Bastian? Keduanya artis, terkenal, dan yang pasti gak mampu diimbangi oleh para netizen yang nyinyir, keduanya sama-sama tajir.

Cowok yang cowok banget seperti babang Hamish itu banyak, tapi laki-laki yang berangkat dari bawah, sebagai penyanyi cilik, itu minoritas.

Saking minoritasnya, grup band yang sempat digawangi oleh Bastian pun terpaksa menyanyikan lagu-lagu percintaan remaja. Ketika Bastian dan teman-temannya masih terlalu muda untuk itu! Lagu-lagu mereka sempat jadi lagu wajib anak-anak se-Indonesia sebelum akhirnya digantikan oleh Mars Perindo.

Penyanyi cilik tidak selamanya cilik. Mereka juga bisa besar, walaupun tidak berlipat ganda. Dan yang jelas, Bastian lebih dulu ‘nembak’ Chelsea Islan. Ini persis seperti petuah Lao Tzu, si orang tua dari Tiongkok, “Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah kecil.” Pacaran bertahun-tahun juga dimulai dari satu langkah kecil: ‘nembak’.

Dan kalau awet, kalau pacar kita gak diambil lagi sama jodohnya, maka bisa berlanjut ke pelaminan. Kalau apes, ya masih bisa sih ketemu di pelaminan; dia jadi manten, kita jadi undangan…

Tapi minimal sudah usaha dulu. Karena berharap punya pacar tapi gak pernah ‘nembak’, itu sama dengan berharap kaya tapi gak kerja, cuma rajin ikut seminar motivasi.

Kedua, Chelsea Islan sendiri sudah besar. Tidak perlu aksi-aksi bela ini-itu untuk membuatnya lebih besar. Didemo atau tidak didemo, nama Chelsea Islan akan tetap besar sebagai artis yang, ya Tuhan, cakepnya kok gak dibagi-bagi ke cewek-cewek yang lain.

Percayalah, aksi-aksi yang akan digelar justru bisa mengecilkan nama Chelsea Islan, seolah-olah dia bukan apa-apa tanpa kita, penggemarnya. Tapi kalau aksi-aksi itu memang harus dilakukan, kalau boleh menyarankan, sebagai sesama anggota Front Pembela Islan, ada baiknya aksi-aksi itu digelar dengan tertib dan damai.

Kalau harus berkumpul, maka berkumpulah dengan tertib, tidak menginjak-injak taman atau membuang sampah sembarangan. Kecuali, kalau memang niatnya masuk tivi.

Atau, ada juga cara lain. Misalnya dengan beramai-ramai mengirim karangan bunga ke rumah Chelsea Islan. Ini bisa jadi panen raya kedua buat pengusaha florist, setelah sebelumnya mereka panen besar karena karangan bunganya memenuhi balaikota Jekardah. Apalagi sebentar lagi lebaran. Itung-itung ngasih THR buat pengusaha karyawan florist.

Tapi bisa juga menyalakan lilin sebagai simbol masih menyalanya api harapan walaupun remang-remang. Api harapan, kalau kabar jadiannya Chelsea Islan dengan Bastian cuma hoax atau gimmick belaka.

Kalaupun benar, harapannya mereka gak lama-lama berpacaran, meski menyalakan lilin lumayan bisa berhemat di tengah kenaikan tarif listrik saat ini.

Alasan ketiga kenapa Chelsea Islan tidak perlu dibela, kita harus mengingat perannya di sitkom ‘Tetangga Masak Gitu’, yang sudah melambungkan namanya. Jangan lupa bahwa nama suami Chelsea di tayangan itu juga bernama Bastian. Siapa tahu Chelsea Islan sebenarnya cuma sedang rindu untuk tampil di tivi lagi.

Jadi, semisal suatu saat Bastian merayu Chelsea dengan menyanyikan sepenggal lirik lagu ‘Bidadari’ dari grup band lamanya – “Kau bidadari, jatuh dari surga….” –alih-alih berharap Chelsea menjawab, “Ea, ea, ea!”, kita bisa mendengar suara manjanya dari sitkom yang pernah dibintanginya:

“Aih, Bas… so sweet…”

Geli gak sih?!

  • Meilidyaningtyas C Ryadiani

    wwwkwkwkw setuju nih, biarin aja islan yang milih sapa yang terbaik buat dia, gausah di bela atau gausah di gono gini in toh islan udah milih babas. 😀