Cara-cara Canggih Para Produsen Menggiring Alam Bawah Sadar Kita untuk Berbelanja

Cara-cara Canggih Para Produsen Menggiring Alam Bawah Sadar Kita untuk Berbelanja

walldevil.com

Saya ingin mengawali artikel ini, dengan pertanyaan dari hati. Dari sekian banyak merek di pasaran, bagaimana anda sebagai pembeli memilih-milih produk?

Sebaliknya, jika anda sebagai penjual, bagaimana anda bersaing dengan ratusan toko dan merek lain?

Rata-rata 8 dari 10 toko/merek baru langsung tumbang di pasaran kurang dari setahun setelah diluncurkan. Apakah produk dengan harga dan kualitas terbaik yang bertahan?

Itu belum tentu. Strategi terbaik, iya. Tapi jangan khawatir, di sini tidak akan ada pembahasan black magic semacam ritual di Gunung Kemukus atau Gunung Kawi.

Semuanya berpangkal pada otak. Penting untuk diingat, sebagian besar otak kita lebih banyak bekerja secara otomatis, daripada proses berpikir secara sengaja. Itu sebabnya yang lebih banyak bermain adalah emosi.

Berikut adalah cara-cara canggih para produsen besar mempermainkan emosi dan mempengaruhi alam bawah sadar kita, sehingga kita manut saja membeli produknya.

1. Ikut terlibat dalam drama

Setiap acara TV ada iklannya. Iklan produk yang paling efektif adalah yang bisa melibatkan emosi penonton dengan suguhan drama, lalu menghubungkan dengan produknya. Jadi tidak hanya muncul di sesi jeda iklan. Itu sih gaya konvensional.

Pada acara idol-idolan di Amrik, misalnya. Salah satu minuman ringan bersoda yang paling canggih strateginya di dunia, berhasil menyamakan dirinya dengan euforia mimpi dan fantasi calon idola. Caranya? Cukup mejeng di meja juri sampai cat pintu masuk ke panggung. Apalagi warna khas produk minuman itu sudah dipatenkan.

Kita mungkin tampak cuek. Tapi tanpa disadari, perasaan alam bawah sadar kita sedang dipermainkan. Seolah-olah minuman itu jadi pilihan para idola dan penyanyi tersohor.

Kalau ingin menjadi penyanyi terkenal, tinggal tenggak saja. Mirip air jampi-jampi. Bedanya yang satu diminum, yang satu disembur.

Nggak rasional banget ya? Masa rahasia sukses ada di minuman bersoda. Tapi tunggu dulu… Emosi bawah sadar kita punya alur yang berbeda. Otak kita mengolah sekian banyak data dalam beberapa detik saja. Otomatis langsung tersimpan dalam memori.

Sponsor terbesar acara idol-idolan di negara ini adalah mie instan ternama. Mereka tampaknya ingin mencoba mengulang sukses si minuman bersoda. Tapi agak sulit mengkondisikan para juri untuk mengunyah mie sambil berkomentar dengan elegan.

Selain acara TV, film bioskop juga membuat beberapa produk, yang tetiba booming setelah muncul di film. Ada model rambut Demi Moore dalam film Ghost (termasuk kursus pottery yang mendadak banyak peminat), ada pula kacamata Ray-Ban yang penjualannya meningkat tiga kali lipat setelah film Top Gun dan Men in Black II.

Selain itu, cincin berlian dalam sederet film romantis Warner Bros sejak 1930-an yang kini menjadi syarat wajib pembuktian cinta sejati bahkan untuk pasangan yang tidak tajir sekalipun.

Film-film lokal juga sering menggandeng sponsor, tapi sayang hanya tempelan dalam adegan. Anda bisa menyebutkan sembilan merek yang digaet AADC 2?

Saya hanya ingat satu merek yang terjalin harmonis dalam alur dan emosi adegan, dan kebetulan cocok dibawa-bawa dalam meme: aplikasi untuk mencari teman reuni. Anak muda yang mendambakan CLBK pun segera merajut fantasi lewat aplikasi yang apa-apalah itu.

Bahkan admin Voxpop sendiri sampai ikutan mengajak kami para penulis untuk tergabung dalam akun resmi via aplikasi tersebut. Saya akhirnya donlot, dan halah… sering banget bunyi notifikasi.

Ya mau gimana, pas dibuka, eh cuma iklan. Padahal sudah deg-degan disangka pesan dari Voxpop mengabarkan artikel saya dimuat. Ternyata cuma pesan-pesan komersial. Drama banget kan?

2. Membuat branding yang sangat kuat

Anda akan heran, berapa mahal harga yang rela dibayarkan perusahaan untuk membuat branding yang kuat? Paten warna, salah satunya. Hah? Apa bedanya warna merah si minuman bersoda dengan rokok putih yang juga milik perusahaan Amrik itu? Alam bawah sadar kita tahu bedanya.

Salah satu merek rokok dengan branding terhebat di dunia itu menghabiskan biaya besar “memasang iklan” di tempat-tempat smoking area. Lho, kan ada larangan iklan rokok yang tampil vulgar? Hohoho…

Justru karena larangan itu, iklan rokok menjadi yang paling canggih dalam dunia persilatan advertising. Tidak perlu memasang logo dan mereknya sama sekali!

Rokok Amrik itu membayar bar-bar untuk mengecat atau mengisi venue mereka dengan perabotan berwarna merah yang khas, membuat desain khusus untuk bentuk mebel, asbak, hingga motif keramik lantai dan dinding, sehingga secara tidak sadar kita akan mengasosiasikannya dengan bentuk logo si rokok tersebut.

Tak ketinggalan pilihan-pilihan acara TV dan film bernuansa koboi, juga baju, dan aksesoris koboi memenuhi seluruh atmosfer bar. Tiba-tiba saja anda memesan sebungkus rokok putih tersebut, walaupun biasanya anda merokok merek lain.

Jangan lupa pula ada warna khas kemasan rokok Amrik itu di badan mobil balap Formula 1, juga baju pembalap beserta seluruh krunya. Sungguh pilihan olahraga yang tepat untuk diasosiasikan dengan rokok: keren, muda, populer, seksi, dinamis, dan suka mengambil risiko.

Saya belum tahu merek rokok lokal yang menggunakan branding secanggih si rokok Amrik di ribuan kedai kopi dan tempat dugem di Indonesia. Jika kalian hendak menyelamatkan industri kretek lokal dari gempuran rokok luar negeri, ada baiknya mempelajari strategi mereka.

3. Merayu semua indera kita

Efek stimulasi akan berlipat ganda, jika daya tarik visual dikombinasikan dengan indera lain. Aroma, misalnya. Untuk empat indera kita yang lain, kita berpikir sebelum merespon. Tapi untuk aroma, otak kita merespon sebelum sempat berpikir.

Pada sebuah eksperimen yang dilakukan Dr Alan Hirsch, para peneliti menempatkan dua pasang sepatu merek ternama – sebut saja bakiak – di dua ruangan yang serupa. Satu ruangan diberi pewangi aroma bunga, ruangan lainnya tidak. Hasilnya?

Sebanyak 84% responden menyatakan lebih menyukai sepatu di ruangan yang beraroma bunga. Padahal model sepatunya sama.

Coba perhatikan… Di beberapa supermarket modern, ada bakery yang sengaja diletakkan di dekat pintu masuk. Aroma roti yang baru matang, selain memberikan rasa nyaman, juga membuat kita sangat tergiur hingga kita melupakan daftar belanjaan dan membeli banyak barang tambahan.

Ya apalagi kalau bukan teman-temannya roti seperti mentega, selai, meises, telur, teh, kopi, susu, dan jus kotak. Maka, penjualan produk-produk lainnya juga meningkat secara keseluruhan, bukan?

Sekarang saya tanya, apakah supermarket kesayangan anda beraroma roti segar? Ada juga sih beberapa supermarket yang kurang jeli, ikut-ikutan membuka bakery pas di depan pintu. Tapi rotinya sudah dingin dan dibungkus plastik satuan pula.

Selain itu, indera telinga juga berperan. Maksudnya jingle iklan? Itu justru nomor satu. Tapi siapa yang mengira bahwa semisal dengan mengumandangkan lagu berbahasa Jerman, sebagian besar konsumen memilih wine Jerman.

Pada hari lain, ketika toko wine itu sengaja memutar lagu berbahasa Prancis, sebanyak 77% konsumen memilih wine Prancis.

Anda punya restoran kesayangan? Saya pribadi suka makanan etnik. Tapi merasa sangat terganggu, jika menu makanannya Sunda atau India, sedangkan lagu yang berkumandang kok Beyonce dan Bruno Mars?

Siapa sangka pula, produsen kripik kentang branded menghabiskan dana yang besar untuk meneliti ketebalan dan kekeringan yang paling tepat, sehingga bunyi yang dihasilkan ketika kita menggigitnya akan maksimal. Bikin orang-orang di dalam radius 50 meter persegi ikutan tergiur.

Kalau anda jualan camilan oleh-oleh, cobalah mencari cara bagaimana mendapatkan formula yang konsisten dan presisi.

4. Ritual

Ritual memberikan rasa aman dan nyaman. Di dunia dengan gerak cepat seperti di kota-kota besar, kita menyukai sesuatu yang bisa dijadikan pegangan. Ilusi stabilitas. Nah, brand yang sukses menciptakan ritual akan lebih kuat menempel di alam bawah sadar kita.

Ritual seperti apa? Jangan bayangkan ritual pemujaan ala sekte sesat. Contoh ritual sederhana: membalur bayi yang baru dimandikan dengan minyak telon (memanfaatkan tradisi lama), atau makan biskuit dengan cara, “diputar, dijilat, terus… dicelupin!” (ritual ciptaan baru).

Di Jepang, ada sebuah produk manisan cokelat, yang kata-katanya dengan dengan kata “Kitto-Katsu”, yang berarti menang tanpa kegagalan. Tak peduli se-ilmiah apa logika murid-murid di Jepang, banyak yang menyukai ritual memakan manisan cokelat itu sebelum ujian sekolah.

Sang produsen merespon ritual itu dengan menjual paket khusus dalam kantong biru (warna langit), dengan tulisan kanji “doa pada Tuhan” di depannya. Anak-anak yang mengalami kesulitan di sekolah, baik dalam pelajaran maupun pergaulan, akan mengalihkan perhatian pada ritual mengoleksi. Hal ini memberikan ilusi dan rasa tentram.

Anda punya teman, pacar, atau suami/ istri yang masih gila mengoleksi sesuatu? Nah, sekarang anda tahu alasannya. Jika obsesinya tiba-tiba semakin parah, bisa jadi ia sedang menghadapi masalah di tempat kerja atau di keluarga. (Maksudnya, barang yang dikoleksi sejak kecil. Kalau mereka mengoleksi tas branded atau mobil mewah, misalnya, itu lain cerita).

5. Kekuatan nama merek dan maskot

Jangan remehkan daya magis nama merek dan maskot brand. Mereka berperan besar menanamkan asosiasi. Contoh, kita akan lebih percaya merek elektronik berbahasa Jepang – padahal tertulis di belakangnya Made in China – atau baterai dengan maskot kelinci yang dicitrakan kagak ada matinye.

Maskot brand ambassador juga demikian. Tak heran, brand akan menggaet idola terbaru, duniawi maupun surgawi. Idola duniawi, misalnya Paris Hilton.

Tak peduli sekacau apa hidupnya, produk fesyen dan parfum yang dijualnya akan selalu punya fans. (Fans yang bisa lupa bahwa wajah dan ukuran tubuhnya jauh dibandingkan sang idola).

Di Indonesia, Raisa dan Agnez Mo menjadi simbol semacam itu. Cewek cantik dan seksi yang keren dan populer. Pasangan Raffi-Nagita juga menjadi maskot iklan produk snack, tepung ayam goreng, sampai sprei. Seolah-olah dengan produk itu, orang biasa akan otomatis jadi pasangan muda yang ganteng-cantik, sukses, romantis, dan bahagia.

Idola surgawi, misalnya, seperti “air mineral suci” yang menyertakan imej Yesus/malaikat di botolnya dan konon diberkati pastor/pendeta.

“Air mineral suci” ini, menurut iklannya, akan membantu orang untuk konsentrasi, percaya diri, serta percaya pada Tuhan. Hmmm… jadi ingat iklan air mineral top di Indonesia yang masih merasa perlu berlabel halal.

Anda boleh tertawa. Tapi penelitian dengan mesin fMRI menunjukkan bahwa produk-produk “religius” sungguh mengaktifkan bagian otak yang disebut “God’s spot”. Efek yang sama, yang timbul ketika responden diminta berdoa.

Sebagai pembeli, jika memang para brand/toko kesayangan anda ternyata berhasil mensugesti untuk belajar, bekerja, dan beramal dengan lebih baik, lebih romantis dalam rumah tangga, serta lebih bahagia setiap harinya, lanjutkan! Tapi jika hanya membuat anda lebih boros (dan menambah lingkar pinggang), anda perlu lebih cermat berbelanja.

Sebaliknya sebagai penjual, anda bisa mencoba strategi-strategi para produsen branded kelas kakap hiu itu dan berdoa semoga konsumen anda belum membaca artikel ini. Nah..!

  • Raisha

    Tulisan yang sangat menarik

    • Sisca Guzheng Harp

      Terima kasih 😉

  • Raisha

    Tulisan yang sangat menarik.

  • rikus

    Komentar:cakep juga tulisanmu