Benar Maria Harfanti? Nggak Salah Sebut?

Benar Maria Harfanti? Nggak Salah Sebut?

Insiden salah sebut pemenang Miss Universe 2015 masih saja kebawa perasaan. Bikin ketawa, marah, sedih, canggung, malu, semua jadi satu. Ini nggak lazim, karena biasanya kalau nonton acara itu yang ada perasaan takjub sama kecantikan dan kesemokan.

Bagaimana nggak baper, Miss Colombia Ariadna Gutierrez sampai menangis haru, karena disebut sebagai pemenang. Tapi, empat menit kemudian langsung dianulir, karena Steve Harvey selaku pembawa acara salah sebut. Pemenang sesungguhnya adalah Miss Filipina Pia Wurtzbach.

Sudahlah, jangan terus membuli si Steve yang salah sebut itu. Walaupun dia pelawak, dia bisa marah juga. Kariernya dipertaruhkan. Bukan, ini bukan sok-sokan mau belain. Lagian ngapain belain, saya nggak kenal juga.

Tapi, penyelenggara Miss Universe seharusnya berterima kasih kepada si Steve. Insiden salah sebut itu bikin acara Miss World 2015 nggak ada gaungnya. Padahal, Miss World digelar sehari sebelum Miss Universe. Miss World berlangsung di Sanya, Tiongkok, Sabtu (19/12). Kalau Miss Universe di Las Vegas, AS, Minggu (20/12).

Ada yang tahu bedanya Miss Universe dan Miss World? Kita bisa mulai dari yang paling mudah diingat. Tahun lalu, untuk pertama kalinya, Miss World tak lagi melombakan peserta dalam kontes bikini. Kalau Miss Universe masih mempertontonkan bikini. Nah, buat akhi-akhi dan ukhti-ukhti, sudah ada sedikit kemajuan, bukan?

Miss Universe itu juga terlalu Amriki banget. Dalam lima tahun terakhir digelar di negara tersebut. Kalau Miss World lebih melanglang buana. Miss Universe Organization juga lekat dengan nama triliuner Amriki, Donald Trump. Sudah pada tahu kan si Donald ini? Tapi memang Trump sudah menjual Miss Universe Organization ke WME/IMG, sama-sama perusahaan Amriki.

Kalau Miss Universe didirikan oleh warga Inggris, Eric Morley dan jabatan CEO diambilalih oleh istrinya Julia Morley. Jadi bisa dibilang Miss Universe sangat kental urusan bisnis, sedangkan Miss World lebih sebagai ajang kekeluargaan.

Sebenarnya dari ajang Miss World 2015 ada kabar baik buat kita, orang Indonesia. Maria Harfanti (23), wakil Indonesia di kontes ratu sejagat itu, berhasil menempati peringkat 3. Padahal, prestasi demikian sungguh jarang terjadi. Pertama kali malah. Terakhir, Vania Larissa, masuk dalam 10 besar finalis pada ajang yang sama tahun 2013 di Nusa Dua, Bali.

Maria Harfanti (paling kanan) saat ajang Miss World 2015. (wtop.com)
Maria Harfanti (paling kanan) saat ajang Miss World 2015. (wtop.com)

Tapi, Maria, gadis cantik nan aduhai bak bidadari dari Yogyakarta ini nyaris terlupakan. Ya itu, beritanya ikut tenggelam bersama Miss World akibat insiden salah sebut di Miss Universe. Setidaknya netizen di Tanah Air lebih suka bikin status, komen, share meme, foto, dan video peristiwa direnggutnya mahkota Miss Universe dari kepala Ariadna, si Miss Colombia.

Kita memang mudah teralihkan. Seperti isu politik dan hukum, hari ini ada yang baru, yang kemarin lupa. Begitu seterusnya. Kenyataan bahwa insiden di ajang Miss Universe bikin ketawa, itu nggak bisa dipungkiri. Banyak sekali orang terhibur karenanya. Mungkin begitulah tabiat kebanyakan manusia. Gemar tertawa di atas penderitaan orang lain.

Maria harusnya jadi pengecualian. Penampilannya di Sanya, Tiongkok, tidak main-main. Bakat menyanyi dan bermain piano ia tunjukkan. Caranya berbicara sangat intelektual. Tentu, dia kan kandidat Master of Management di Universitas Indonesia.

Kecantikan Maria boleh diadu dengan siapapun. Jauhlah kalau dibanding Nabila Syakieb, apalagi Dian Sastro. Belum lagi dengan keberhasilannya menang di kategori ‘Beauty With A Purpose’.

Kenapa gaung kemenangan Maria sedikit sekali terdengar? Kenapa netizen di Tanah Air yang biasanya suka ikut-ikutan justru tidak merayakan hari kebahagiaan Maria?

Kenapa hestek #CongratsMaria tak jadi trending topic? Padahal, Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna Twitter terbesar. Ya itu, balik lagi ke insiden sebut nama di Miss Universe.

Bayangkan, kamu mendapatkan sesuatu yang sudah lama kamu inginkan: masuk ke universitas ternama, menggaet gebetan impian, dan mendapat hadiah jalan-jalan ke luar negeri gratis. Tidakkah itu menyenangkan? Tentu. Saya juga mau seperti itu.

Lalu, bayangkan seluruh kebahagiaan itu terenggut dalam sekejap. Mungkin seperti itulah rasanya menjadi Ariadna Gutierrez, si Miss Colombia saat ajang Miss Universe.

Tapi ya sudahlah, sah-sah saja orang bersimpati kepada Ariadna, tapi kita jangan lupa dengan Maria Harfanti. Lagipula Maria lebih cantik kok, dibanding Ariadna, Pia, atau Mireia Lalaguna, Miss Spanyol yang juara 1 di ajang Miss World 2015 atau Sofia Nikitchuk, Miss Rusia, yang menjadi juara 2. Yang ini beneran kok, nggak salah sebut.. Apa harus salah sebut?

Foto: antara