Wednesday, 18 October 2017
Penulis Oleh Syarif Maulana

Syarif Maulana

Syarif Maulana
5 ARTIKEL 0 KOMENTAR
Dosen honorer, musisi paruh waktu, dan pengajar gitar klasik. Pengelola ruang alternatif seni di Bandung bernama Garasi10. Penulis buku 'Manusia dan Teknologi dalam 2001: A Space Odyssey', 'Nasib Manusia: Kisah Orang yang Tak Bisa Pulang', dan 'Filsafat Komunikasi: Dari Sokrates hingga Buddhisme Zen'. (Facebook: Syarif Maulana. Website: www.syarifmaulana.com)

Kita dan Dwi Hartanto Bisa Jadi Sama, Hanya Beda Level

“Akhirnya, ada yang bohongnya lebih parah dari kita.”

Nggak Usah Lebay Kalau Ditanya Kapan Nikah

Keterkaitan antara pertanyaan kapan nikah dengan teori Herbert Spencer, Charles Darwin, ‘sintasan yang terbugar’, teori evolusi, dan ‘imago dei’.

Nggak Apa-apa Alay, yang Penting Kayak Filsuf

Jika Albert Camus seorang alay, tentu ia akan berkoar, “Hidup ini hanya seru-seruan!”

Young Lex dan Awkarin yang Bisa Jadi Selangkah Lebih Maju

Mungkin karena kita adalah bangsa ‘voyeur’ alias tukang ngintip.

Seberapa Banyak Beli Buku, Ujung-ujungnya Tidak Dibaca

“Pasti besok saya baca buku ini. Kalau tidak besok, ya lusa. Kalau tidak lusa, ya minggu depan.” Sampai pada titik: “Oke, biarkan anak saya kelak yang membaca buku-buku ini.”

SOSIAL

20,614FansLike
2,133FollowersFollow