Tuesday, 17 October 2017
Penulis Oleh Isidorus Rio Turangga

Isidorus Rio Turangga

18 ARTIKEL 0 KOMENTAR
Masih mahasiswa. Suka nggambleh. Bisa dihubungi di @isidorusrio_

Empat Hal yang Bisa Terjadi setelah Donald Trump Menang

Apa iya, Donald Trump tak tergoda untuk membantu AS memenangi Piala Dunia di negara yang menjadi tuan rumahnya adalah... Rusia!

4 Kebahagiaan Mahasiswa Jadi Tukang Ojek “Online”

“Kak, besok nganternya jangan pakai celana boxer dong, bisa?” Lalu, saya tanya, “Kenapa?” Ia pun menjawab, “Biar nanti gak dikira tukang ojek, tapi gebetan.”

Antara Kebab Turki, Papeda, dan Pokemon

Kalau lagi main Pokemon Go, terus ketemu yang kece-kece di jalan, tanyakan, “Main Pokemon juga?” Kalau orang itu menjawab, “Iya, kamu juga?” Langsung aja bilang, “Iya, aku lagi kejar Pikachu dan kamu.”

Mengapa Kita Harus Iri Seiri-irinya kepada Islandia

Realitas memang kejam dan rasa iri kepada Islandia masih mengendap di dada. Setelah berdiam diri hingga menjelang imsak, saya pun tersadar. Saya tidak lagi bangga mendaku diri sebagai orang Indonesia.

Kita Berutang pada Sepak Bola, Mengapa Voxpop Tak Bahas Piala Eropa?

Untuk segala yang saya ketahui tentang moralitas dan tanggung jawab, saya berutang pada sepak bola. (Albert Camus)

Sebuah Misteri dan Cocoklogi: Semua Tendangan Penalti Madrid ke Kanan, Atletico ke Kiri!

Menjadi wajar, para jugador Real Madrid menendang penalti ke sisi kanan, yang dianggap mewakili ciri penguasa yang ultra-nasionalis dan konservatif. Menjadi wajar pula, empat algojo Atleti menendang ke arah kiri sebagai sebuah kontradiksi dan perlawanan.

AADC 2: Roman Picisan yang Diselamatkan Sastra

Tanpa sentuhan sastra, AADC 2 tak ada bedanya dengan drama FTV di layar kaca.

Leicester dan Kejayaan Kaum “Subaltern”

Demi kemanusiaan dan semangat revivalis kaum kecil, Leicester harus juara secara spektakuler, tepat pada Hari Buruh Sedunia.

Karena Perokok Bukan Kumpulan Orang-orang Pekok

Anda pernah bayangkan asap rokok mengucap ‘Assalamu'alaikum’ sebelum masuk ke saluran pernapasan kita? Di sini lah kemanusiaan yang adil dan beradab itu bermain.

Eka Kurniawan di antara Orang-orang Bengal nan Banal

Eka ya Eka dan Eka tidak harus menjadi wujud sastra Indonesia.

SOSIAL

20,615FansLike
2,130FollowersFollow