Friday, 25 May 2018
Penulis Oleh Dea Safira Basori

Dea Safira Basori

Dea Safira Basori
9 ARTIKEL 0 KOMENTAR
Seorang feminis Jawa yang melawan segala kemungkinan untuk menemukan cinta, kehidupan, dan semangat hidupnya. Mendokumentasikan kehidupannya di www.deasafirabasori.com. (Facebook: Dea Safira Basori. Twitter: @DeaSB)

Teruntuk Kamu yang Pro dan Anti Pangling-pangling Club

Tren riasan untuk perempuan hari ini pun sangat beragam, mulai dari natural, minimalis, menor, hingga mengubah bentuk wajah.

Nyanyian Perempuan Eks Penghuni Kamp Konsentrasi

Perempuan harus hidup dalam keterbatasan, terpisah dan jauh dari keluarga.

Jangan Sekali-kali Melupakan Perempuan

Yang cenderung lebih memahami perbedaan, ya perempuan.

Mulailah Menghadiahi Pasanganmu dengan Cawan Menstruasi

Cawan menstruasi dapat menjadi salah satu hak untuk mengakses kesehatan reproduksi perempuan.

Berdamai dengan Perempuan yang Tidak Menikah dan Tidak Beranak

Masa kita mau diadu-adu, saling mencemooh, karena tersihir ilusi budaya patriarki?

Mari Uji Seberapa Tulus Maaf Lahir Batin Kita

Setelah Lebaran, saya masih saja kena pelecehan seksual. Orangnya nggak minta maaf pula. Oh ya, kan habis Lebaran, sudah bersih dari segala dosa. Jadi nggak masalah buat dosa lagi, begitu kan?

Menjadi Seorang Feminis Jawa Kekinian

Saya Indonesia, saya Pancasila, saya feminis!

Membela Emak-emak

Stereotip emak-emak itu banyak sekali. Mulai dari suka nawar, tukang ngerumpi, dasteran, kucel, bawel, rempong, hingga masalah lampu sein.

Pancasila dari Kacamata Perempuan Milenial

Jika kita bernegara berlandaskan Pancasila, segala hal yang termaktub seharusnya sangatlah feminis.

SOSIAL