Friday, 25 May 2018
Penulis Oleh Aura Asmaradana

Aura Asmaradana

Aura Asmaradana
9 ARTIKEL 0 KOMENTAR
Domisili di Bandung dan Jakarta. Menulis KumCer 'Solo Eksibisi' (2015), menulis blog aurasmaradana.wordpress.com. (Facebook: Aura A. Asmaradana. Twitter: @aurasmaradana)

Percakapan-percakapan Ajaib di Dalam Transportasi Massal

Kuliah filsafat? Memang agamamu apa?

Yang Hilang selama 2017 dan Kiat Menghadapinya pada 2018

Manis, pahit, manis, pahit. Begitu terus. Sirkular sampai mati.

Pesan Seorang Penyihir tentang Mobil Terbang

Tentang kota temanku yang seorang ‘half-blood’, seperti Lord Voldemort, dimana pemerintahnya bermimpi tentang sistem transportasi secepat kilat.

Tanggal 17 yang Keramat

Melatih kita jadi pemberani. Berani belajar isme-isme, berani mendiskusikan sejarah, berani menerima perbedaan, dan berani menerima kritik.

Lepas dari Kesepian dengan Cara yang Indah

Hidup ini berisik dan kadang kita kesepian di tengah-tengahnya.

Mengapa Kita Meributkan ‘Chat’ Berkonten Porno?

Ruang publik kita ini tidak ideal. 1001 orang bisa beropini, tapi 1002 opini yang terlontar garing, tidak bermutu, dan minim rasionalitas.

Sastra Kekinian, Kita, dan Bob Dylan

Bob Dylan memenangi Nobel Sastra bukan hanya karena lirik lagu yang puitik. Begitu pula Winston Churchill yang membebaskan Eropa dan Svetlana Alexievich tentang korban nuklir Chernobyl. Mereka nyastra dengan membawa Manusia.

Mengapa Wisuda Masih Begitu Penting?

Rombongan keluarga besar bahkan lebih bersemangat. Rela berbondong-bondong datang dari udik, memesan hotel via aplikasi, hingga membuat itinerary keliling kota.

SOSIAL