Tuesday, 17 October 2017
Penulis Oleh Arif Utama

Arif Utama

23 ARTIKEL 0 KOMENTAR
Suci dalam pikiran, kotor dalam perkataan, abu-abu dalam perbuatan. Bisa dihubungi di Twitter @utamaarif.

Negara Tanpa Konflik dalam Perspektif Nakal Pidi Baiq

Ia pernah ‘mengkudeta’ Pemerintah Kota Bandung secara bahagia.

Hujan di Antara Elegi dan Narasi tentang Malaikat

Pecinta hujan sekalipun, takkan memeluk hujan. Mereka malah berselimut atau meneguk secangkir kopi. Jika begitu, benarkah hujan itu indah?

Karena Hidup Memang Tak Sesempurna Paras Raisa

Mari selamatkan Raisa. Lupakan Awkarin, yang heboh putus cinta sambil mewek, lalu tiba-tiba duet bareng Young Lex.

Mengapa Bersyukur Harus Melihat ke Bawah?

Kita tahu dari mana kalau masyarakat kelas bawah selalu tidak beruntung?

Harley Quinn, Cinta, dan Cita Citata

Cinta seolah terus menafikkan nalar. Bukankah cinta adalah siksaan, penderitaan, yang membuat kita merasa bahagia?

Kalau Aku Yahudi, Memangnya Kamu Lebih Baik?

“Poke” itu artinya “sodok”. Kalau “mon” itu artinya “saya”. Kalau digabungin jadi apa? Ya, silahkan jawab sendiri!

Dear Anak Bola, Jangan Main-main dengan Ultras Sinetron Anak Jalanan

Joao Borges mengkritik sepak bola yang sesungguhnya tak lebih dari sinetron. Mungkin kelak, penggemar sepak bola akan dipaksa untuk mencintai Anak Jalanan, sebagaimana mereka memaksakan ultras Anak Jalanan untuk mencintai sepak bola.

Tips dari Scott Fitzgerald untuk Menghadapi Tipuan Lampu Sein Ibu-ibu

Fenomena itu sudah diprediksi oleh Scott Fitzgerald sejak 1925! Maka, kuasai lah konsepnya, Insha Allah kita mampu menghadapi ibu-ibu yang bermanuver lampu sein di jalan.

Teletubbies dan Pikiran Kita yang Teler Abis

Tawa adalah cara terbaik mewaraskan pikiran, meski terkadang kita menertawakan hal yang tak waras.

Bersiap Merayakan Kebangkitan Anti-Hero!

Anti-hero adalah antitesis dari sebuah hiperealitas atau kelebayan. Banyak orang jatuh cinta kepada sosok ini, persis seperti fenomena ‘Stockholm Syndrome’.

SOSIAL

20,615FansLike
2,130FollowersFollow