Antara Najwa Shihab dan Grace Natalie

Antara Najwa Shihab dan Grace Natalie

Banyak orang yang bilang presenter TV itu setengah artis. Mereka sering sekali hadir di layar kaca rumah anda. Apalagi kalau presenternya perempuan cantik dan cerdas, bikin para jomblowan semakin terpojok.

Siapa yang tak tahu Najwa Shihab? Meski sudah berusia 38 tahun, dia justru semakin digandrungi. Cantik, cerdas, elegan, kearab-araban, lho?

Yang pasti, aksi Najwa Shihab dalam memandu acara talkshow ‘Mata Najwa’ di Metro TV mampu membetot perhatian publik. Mungkin ‘Mata Najwa’ adalah pesaing terberat acara ‘Indonesia Lawyer Club (ILC)’ yang dipandu oleh Karni Ilyas di TV One.

Kehadiran mereka seakan ikut melengkapi persaingan antara Metro TV dan TV One, Surya Paloh dan Aburizal Bakrie, Partai Nasdem dan Golkar, pendukung pemerintah dan oposisi.

Tapi ini hanyalah cocokologi semata. Saya yakin jurnalis sekaliber Najwa Shihab dan Karni Ilyas tidak bisa disetir oleh kepentingan politik pemilik stasiun TV.

Apalagi, frekuensi TV itu milik negara. Pemilik stasiun TV kan cuma pinjam. Artinya harus dikelola demi kepentingan publik.

Namun, belakangan ini, beredar di media sosial ungkapan kekecewaan dari seorang yang bernama Firdaus Cahyadi. Blogger, aktivis online, penulis opini di media massa, dan konsultan analisis media itu menyebut ‘Mata Najwa’ sudah buram. #BukanAsap

Dia katanya kaget menyaksikan acara ‘Mata Najwa’ pada 7 Oktober 2015 yang mengangkat topik ‘Para Penantang Ahok’. Semula, pak Firdaus ini yakin acara talkshow itu bakal menyajikan perbincangan yang lebih substantif terkait kebijakan-kebijakan Ahok.

Tapi dugaannya meleset. ‘Mata Najwa’ dianggap menghindar dari diskusi-diskusi yang bisa mencerdaskan khalayak. ‘Mata Najwa’ katanya seperti menggiring talkshow kali ini ke arah figur Ahok dari sisi kesantunan, isu etnis, serta agama.

Acara ‘Mata Najwa’ kali ini seolah berbingkai ‘Tidak ada yang salah dalam kebijakan Ahok di Jakarta’. Kenapa ‘Mata Najwa’ kali ini tidak kritis?

Apakah buramnya ‘Mata Najwa’ dalam episode ‘Para Penantang Ahok’ terkait santernya kabar bahwa Partai Nasdem siap mendukung Ahok dalam Pilkada Jakarta? Entahlah..

Yang pasti, kasihan pak Firdaus, dia sudah menunda makan malamnya hanya untuk menunggu acara tersebut. Mungkin mbak Najwa bisa mengajak makan malam pak Firdaus sebagai gantinya, hehe…

Saya tetap yakin Najwa Shihab termasuk jurnalis yang independen dan kritis. Selama ini, dia menjadi idola teman-teman saya yang juga jurnalis, seperti Jauhari Mahardhika, Rausyan Fikry, Farid Firdaus, Hidayat Adhiningrat dan banyak lagi.

Tren Presenter

Tapi, kalau memang Najwa Shihab tertarik dengan dunia politik, tidak ada salahnya juga mbak. Saya rasa figur seperti Najwa Shihab bisa jadi rebutan partai politik. Najwa Shihab adalah paket lengkap kombinasi setengah artis dan intelektual.

Kalau partai-partai yang ada sudah basi semua, Najwa bisa membentuk partai sendiri seperti presenter cantik Grace Natalie. Grace memilih pensiun dari dunia penyiaran supaya bisa aktif di panggung politik. Dia menjadi ketum umum (ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Grace Natalie
Grace Natalie

Waktu muncul pertama kali, saya sempat kaget karena mendengar nama PSI. Saya kira Partai Sosialis Indonesia yang pernah dipimpin Sutan Sjahrir hidup lagi. Saya langsung terbayang ideologi sosialismenya Karl Marx dan Friedrich Engels.

Tapi setelah cari tahu ternyata PSI pimpinan Grace Natalie itu mengusung identitas DNA: kebajikan dan keragaman. PSI berpijak pada kesadaran bahwa politik sejatinya adalah hal yang baik.

PSI-nya Grace bisa dikatakan partainya anak muda. Grace yang mantan presenter SCTV, ANTV, dan TV One itu sendiri baru berusia 33 tahun atau bisa dibilang termuda di antara para pemimpin parpol lain yang rata-rata, maaf, sudah sepuh.

Langkah Grace kemudian diikuti presenter cantik dan cerdas lainnya, Isyana Sarasvati. Eh salah, itu sih penyanyi. Maksud saya, Isyana Bagoes Oka. Mantan presenter RCTI dan Metro TV berusia 35 tahun itu bergabung ke PSI bersama Grace. Isyana duduk sebagai ketua.

Ini sekedar saran kepada mbak Grace, karena sepertinya PSI masih butuh orang untuk menjadi pengurus DPP. Ada anak muda namanya Kokok Dirgantoro. Dia itu juga paket lengkap setengah artis dan intelektual. Mas Kokok ini terkenal dengan ‘Kokonomics’, sebuah jalan baru ekonomi Indonesia.

Mbak Grace juga bisa merekrut Arman Dhani. Dia juga setengah artis dan intelektual muda. ‘Dhanisme’-nya mampu menyihir anak-anak muda. Dia mumpuni menjadi ketua pendidikan dan kaderisasi. Pesonanya di hadapan anak-anak muda juga bikin gemes.

Balik lagi soal fenomena presenter TV yang menjadi politisi, sebelumnya sudah ada Meutya Hafid. Mantan presenter Metro TV itu bergabung di Partai Golkar. Lalu, bagaimana dengan Najwa Shihab?

Saksikan selanjutnya di acara ‘Mata-Mata Najwa’ di layar tancap dekat lapangan bola rumah anda….

  • Kevin90

    setujuu… lebih baik anak-anak muda yg pimpin partai, belum terkontaminasi sama bagian masa lalu… potong 2 generasi!