Ternyata, Ada Kode Tersembunyi Anies-Sandi dalam Piala Dunia 2018

Ternyata, Ada Kode Tersembunyi Anies-Sandi dalam Piala Dunia 2018

Ilustrasi (futbolgrad.com)

Setelah memenangi pilkada yang melelahkan, sekarang saatnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin DKI Jakarta. Bertepatan dengan naiknya Anies-Sandi, sebagian warga di negara lain juga berpesta dan sebagian lagi menangis.

Bukan, mereka bukan berpesta ikut merayakan Anies-Sandi atau menangisi Ahok-Djarot, melainkan sebentuk ekspresi karena ada negara yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2018, ada juga yang gagal. Mana sebagian negara yang gagal itu negara unggulan pula.

Tapi ternyata, oh ternyata, duet Anies-Sandi sejatinya telah lama memberikan kode mengenai negara-negara yang akan lolos dan yang tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2018. Sesuatu yang baru disadari belakangan.

Seandainya negara-negara yang tidak lolos memahami kode ini sejak awal, mereka tentu akan lebih berhati-hati, sehingga hasilnya bisa OK OCE. Lantas, negara mana saja yang dikodein?

1. Cile

Ini malah sudah jauh-jauh hari sekali. Pada 13 Januari 2017, dalam debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menyuarakan niatnya untuk menutup Alexis. Sesudah itu, Alexis terus menjadi isu yang dibawa ke mana-mana, dan diyakinkan kembali oleh Sandiaga Uno di Kemang pada 19 April 2017.

Sayangnya, Cile tidak update dengan pilkada yang mendunia itu. Dan, apa yang terjadi? Tertutupnya langkah Alexis Sanchez untuk bermain di Piala Dunia 2018.

Menjelang Anies-Sandi menjabat, blunder Claudio Bravo yang ditambah dengan dua gol lainnya membuat Brasil sukses menjalankan petunjuk untuk menutup hotel, eh jalan Alexis ke Rusia. Hmmm… Kasihan.

2. Belanda

Sungguh miris bahwa calon juara Piala Dunia 2010 ini harus tersungkur pada babak pendahuluan. Ya, Laskar Oranye itu takluk setelah bersusah payah menghadapi Prancis, Swedia, bahkan Belarus. Belanda memang apes sejak Piala Eropa 2016, karena juga tidak lolos. Namun, mereka alpa melihat petunjuk kali ini.

Tak lama, setelah Anies-Sandi dinyatakan menang, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, Gamal Sinurat mengatakan secara terbuka bahwa ada wacana untuk mengurangi jumlah personel petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

PPSU inilah yang jamak dikenal sebagai ‘pasukan oranye’. Kata Gamal, wacana muncul setelah anggota tim sinkronisasi yang diwakili Marco Kusumawijaya mengutarakan bahwa pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih berharap bisa mengelola sampah dengan mandiri.

Dengan kata kunci ‘pengurangan pasukan oranye’, maka sebenarnya sudah jelas bahwa sejatinya sejak lama Laskar Oranye yang terdiri dari Arjen Robben dan teman-temannya itu akan digusur dari persaingan menuju Piala Dunia 2018.

3. Amerika Serikat

Secara kebetulan, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah sama-sama lulusan Amerika Serikat. Dalam artian, sesudah menempuh pendidikan, mereka meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Indonesia untuk bekerja, kemudian memimpin Jakarta.

Inilah kode yang gagal ditangkap oleh Donald Trump, meski hubungannya dengan Fadli Zon yang notabene di kubu Anies-Sandi, begitu baik. Ingat, meninggalkan Amerika Serikat. Amerika Serikat ditinggal. Pada akhirnya, Amerika Serikat beneran ditinggal rombongan CONCACAF yang berangkat ke Rusia.

Eh, ngomong-ngomong, di Amerika Serikat ada nggak ya kaum sejenis bumi datar yang menyalahkan Donald Trump atas kegagalan tim negara adidaya ini lolos ke Piala Dunia?

4. Arab Saudi

Perihal Arab tentu sudah jamak kita ketahui bahwa Anies Baswedan masih keturunan Arab. Arab Saudi sendiri sudah 2 edisi piala dunia tidak lolos. Terakhir kali, tim nasional Arab Saudi ikut Piala Dunia pada tahun 2006.

Kemenangan Anies pada awal tahun rupanya menjadi pertanda bahwa persis pada bulan saat Anies dilantik jadi gubernur DKI Jakarta, Arab Saudi memastikan diri untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

5. Mesir

Sandiaga Uno adalah sosok penting dalam pencalonan Anies-Sandi. Bukan apa-apa, laporan ke KPU menyebut bahwa kontribusi Sandi terkait biaya kampanye tergolong besar, meski belum bisa dibilang besar sekali.

Ngomong-ngomong, nama lengkap Sandi adalah Sandiaga Salahuddin Uno. Lalu, apa pentingnya nama tersebut? Jelas penting sekali, karena dalam sebuah video viral pertandingan Mesir lawan Kongo yang sampai penyiarnya menangis, tampak jelas peran dari seseorang pemain brewokan yang namanya menjadi bagian dari nama lengkap Sandi.

Sandiaga Salahuddin Uno. Baca lagi, Sandiaga Salah-uddin Uno. Mengandung kata-kata paling mujarab bagi masyarakat Mesir saat ini: Salah. Mohamed Salah menjadi penentu lolosnya Mesir ke Piala Dunia 2018 dengan 2 golnya, termasuk penalti pada akhir pertandingan.

Dengan kontestasi yang kemarin, sebaiknya Sandiaga Uno mulai belajar sabar seperti Salah. Sandi harus bersiap-siap bahwa apapun yang dia lakukan, dia akan tetap salah di mata pendukung lawan politiknya. Salah juga demikian, berapapun gol yang dia bikin, dia tetap saja Salah.

6. Serbia

Anies Baswedan memenangi Pilkada DKI Jakarta pada bulan April 2017. Beberapa bulan kemudian, seorang manusia berinisial sama juga terpilih jadi pemimpin. Namanya Ana Brnabic, wanita 41 tahun yang menjadi perdana menteri sebuah negara muda tapi tua, Serbia.

Anies Baswedan yang berinisial AB, menang dan resmi menjadi pemimpin Jakarta pada bulan Oktober. Ana Brnabic, yang berinisial AB juga, menang pada pertengahan tahun, lantas apa yang terjadi pada bulan Oktober? Yup, pada bulan Oktober, Serbia resmi lolos ke Piala Dunia 2018.

7. Panama

Satu pertanda justru datang dari era Sandiaga Uno sebelum terlibat langsung dalam Pilkada DKI Jakarta. Ya, pada awal 2016, dunia digemparkan oleh isu Panama Papers, dan nama Sandiaga Uno disebut-sebut tercatat di dalamnya.

Sandi tercatat sebagai direktur dan pemegang saham dari beberapa perusahaan, antara lain Goldwater Company Limited, Attica Finance Ltd, Pinfefields Holdings Limited, Velodrome Worldwide, Sun Global Energy Inc, dan Finewest Capital Ventures Ltd.

Disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut beralamat di British Virgin Island (BVI) dan Seychelles, plus terdaftar sebagai klien Mossack Fonseca antara 1 Juli 2002 sampai 28 Mei 2009.

Kata kuncinya: Panama. Meski tercatat di Panama Papers – yang bikin banyak orang di luar negeri gelagapan dan ada yang sampai mengundurkan diri dari jabatan publiknya – Sandiaga Uno malah mantap maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Sandi kemudian menang secara dramatis. Sama dramatisnya dengan keberhasilan Panama sebagai sebuah negara untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 2018.

Demikianlah 7 kode Anies-Sandi yang tersembunyi dalam kualifikasi Piala Dunia 2018. Anda boleh percaya atau tidak. Bagi yang merasa tulisan ini maksa, bercerminlah bahwa sejak tiga tahun silam memaksakan pendapat di negeri ini sudah menjadi sebuah kewajaran. Begitu kan?

  • Kevin Kurnia

    Cocoklogi level langitan haha…