Begini Promosi di Akun Selebgram, Mulai dari yang Unik Hingga Bikin Kamu...

Begini Promosi di Akun Selebgram, Mulai dari yang Unik Hingga Bikin Kamu Melongo

Ilustrasi (Mohamed Hassan via Pixabay)

Generasi melek internet sering bilang bahwa salah satu keunggulan media sosial adalah minimnya ketergantungan terhadap sponsor.

Tapi, toh, Algoritma Instagram yang baru sampai iklan ponselnya Chelsea Islan yang tidak bisa di-skip pada awal video Youtube membuat kita harus mengakui bahwa kini Youtube, Youtube, Youtube jadi mirip TV! Boom!

Di media sosial seperti Instagram, kita sering menemui beragam promosi produk pada akun-akun dengan jumlah pengikut yang banyak. Biasanya, para selebgram tersebut menerima promosi berbayar dari penjual online.

Kombinasi sponsor dan selebgram ini bisa dibilang lebih berpengaruh ketimbang iklan-iklan konvensional di media. Adanya kedekatan dan perasaan kenal antara followers dan selebgram membuat promosi lebih mengena.

Misalnya, waktu Suhay Salim bilang kalau gel pelembab aloe vera dari merek tertentu begitu manjur memuluskan kulitnya yang dulu bermasalah, maka ratusan umat #PengabdiSuhay pun bergegas membeli produk tersebut.

Konon, sekalipun katanya milenial membuat toko-toko di mal tutup karena asyik belanja online, konter penjualan gel pelembab itu tetap ramai dikunjungi pembeli sampai berderet-derat.

Karena itu, bukan hal yang asing untuk melihat para selebgram ikut mempromosikan produk seperti iklan-iklan yang sering kita temui. Misalnya produk kecantikan, pakaian, makanan, sampai jasa berpergian.

Namun, tentu saja, jenis-jenis produk yang dipromosikan oleh para selebgram tidaklah se-basic itu. Di tengah luasnya samudra media sosial, kita bisa menemukan promosi-promosi yang unik di sejumlah akun selebgram, bahkan di antaranya bisa bikin kita melongo!

1. Pemutih/Pengurus/Pembesar/Penumbuh

Sekalipun selebgram sekaliber Awkarin atau Revina sering menjadikan media sosial sebagai platform kampanye tentang body positivity, pada akhirnya semua akan berlutut di depan endorsement produk pelangsing badan atas nama profesionalisme. Ya mau gimana, kan dibayar.

Jadi, jangan heran, jenis produk alterasi tubuh ini adalah salah satu jenis yang populer untuk ditemukan di banyak akun para selebgram. Tak hanya pelangsing badan, namun juga pemutih kulit, penumbuh jenggot, pembesar payudara, sampai penggemuk badan.

Ragam produknya mulai dari minyak bulus asli Papua sampai abu vulkanik dari Kepulauan Jeju di Korea. Maklum, namanya juga globalisasi.

Narasi penjualannya pun beragam. Mulai dari premis bahwa standar cantik itu harus putih-tinggi-langsing-tapi-montok, sampai dengan bahaya pelakor yang bisa ditanggulangi dengan manjadi putih-tinggi-langsing-tapi-montok itu tadi. Lah, kalau sudah begini, di mana cakap tentang body positivity-nya?

2. Pheromones (Feromon)

Dalam ilmu sains perihal hubungan berpasang-pasangan, kita mengenal feromon sebagai senyawa kimia yang membuat satu orang tertarik dengan lainnya.

Kalau kita skimming di Wikipedia, bisa disimpulkan bahwa Feromon inilah yang bertanggung jawab karena membuat orang lain merasa nyaman di dekat kita. Mirip-mirip iklan produk perawatan pria yang bikin bidadari Sumiyati jatuh dari langit!

Maka, di atas premis populer bahwa berpasangan itu lebih baik daripada jomblo ngenes, produk ini pun dipromosikan di akun-akun instagram populer. Biasanya promosi produk ini berupa screenshot beberapa testimoni tentang keberhasilan hormon ini dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, “Gan, cewek yang dulu jutek sama ane sekarang deket-deket terus !” Dahsyat memang. Maklum, hormon inilah yang dilepaskan kucing betina setiap musim kawin dan membuat kucing jantan saling bertengkar di atap rumah.

Bagi orang yang selama ini berkecukupan secara asmara, mungkin akan melihat jualan feromon ini sebagai pseudo-science yang tidak ada gunanya. Apalagi informasi yang disediakan internet sangat mempermudah kita untuk mengetahui kebenaran sebuah produk.

Namun, tetap saja, promosi produk ini masih bisa dijumpai sampai sekarang. Mereka tetap ada dan berlipat ganda, sekalipun kita bertanya-tanya, “Siapa mereka sebenarnya? Seberapa besar kuota internet mereka? Apa tujuan hidup mereka? Apa mereka sudah makan?”

3. Followers dan Like

Saya teringat ketika awal membuat akun Instagram dan melihat salah satu kiriman dari Lula Lahfah. Kiriman tersebut berupa giveaway dengan hadiaah… jeng, jeng, jeng, sebuah follback dan spam like!

Sebagai seorang newbie, tentu saya bertanya-tanya. Hadiah macam apa itu yang namanya follow balik? Apa gunanya dibanding sabun mandi?

Namun, setelah mendalami dunia perinstagraman, saya pun paham bahwa di dalam sebuah follow balik dari seorang selebgram, terdapat nilai imaterial yang lebih berarti ketimbang sikat gigi.

Dalam dunia yang menjunjung tinggi pentingnya pengakuan, jumlah followers dan like adalah nilai (jual) utama dari akun yang bersangkutan.

Dengan demikian, bukan hal yang aneh, jika kemudian kita temui para penyedia produk berupa followers dan like. Kehadiran mereka sesederhana teori supply and demand yang kita kenal selama ini.

4. Bisnis Online

“Mau cepet kaya dengan modal sedikit? Mau dapat banyak penghasilan tapi tetap santai di rumah? Mau kerja enak hanya dengan kuota internet?”

Begitulah kira-kira narasi yang digaungkan oleh promosi-promosi bisnis online. Menyentuh langsung ke hasrat terdalam keinginan ekonomi manusia-manusia Indonesia.

Alhasil, promosi bisnis online ini sering kita jumpai di berbagai selebgram. Mulai dari akun mamah muda dengan #homedecor impian sampai akun Instagram kurasi pengalaman ojek online.

Iklan yang ditampilkan juga frontal, seringnya berupa foto tumpukan uang ataupun screenshot jumlah tabungan di rekening yang bisa dipakai untuk membiayai resepsi nikah tiga hari tiga malam. Apalagi ditambah embel-embel macam “wah, cuma tiga hari ikut bisnis ini aku sudah dapat enam puluh juta!” Siapa yang tak tergoda?

Karena bekerja sesedikit-dikitnya, namun tetap mendapat keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya adalah impian setiap bangsa.

5. Jasa-jasa Rintisan

Kemudahan mempromosikan produk dan jasa di media sosial membuat banyak orang berinovasi membuat jasa-jasa yang tak terbayangkan sebelumnya.

Kehadiran mereka tidak selalu dipromosikan oleh selebgram dalam setiap postingan-nya, namun kadang berupa promosi sendiri lewat spam komentar di-post sang selebgram.

Misalnya, jasa terima curhat, jasa pacar harian buat ke kondangan, jasa mata-mata suami dengan pelakor, sampai jasa santet dan guna-guna. Maklum, penguasa membuat hidup makin susah, sehingga dunia kerja di alam gaib pun harus ikut merambah ke dunia maya dalam rangka mengikuti kemajuan teknologi.

Pada promosi jenis ini, kita juga melihat banyak akun-akun dengan followers ‘agak banyak’ yang mencoba mempromosikan dirinya. Mereka mencoba peruntungan dalam dunia endorse dan paid promote dengan menawarkan jasa online shop.

“Kak, aku terima endorse dan paid promote loh. Mumpung lagi promo jadi gratis tinggal kirim produk. Fotonya bakal aku keep di feed aku.”

Oke.

6. Judi Online

Sekalipun kata Rhoma Irama “Judi! Meracuni kehidupan”, namun praktik judi masih sering ditemui di dunia ini. Tak hanya tentang judi balak di pinggir jalan sampai poker di kasino, namun juga di dunia maya. Tentunya, ini juga ikut dipromosikan oleh para selebgram kesayangan kita.

Misalnya yang wow satu ini. Sewaktu menonton Instastory salah seorang selebgram kontroversial di republik ini, bukannya melihat dia sedang di mana dengan siapa dan makan apa, saya malah melihat paid promote togel online.

Selain togel, yang cukup sering berseliweran di akun selebgram adalah judi taruhan bola. Apa mau dikata, seperti Raja Dangdut bilang, “Judi (judi), menjanjikan kemenangan | Judi (judi), menjanjikan kekayaan…”

Kekayaan siapa?