8 Artikel Terbaik 2016

8 Artikel Terbaik 2016

Beberapa hari sebelum tulisan ini tayang, redaksi Voxpop Indonesia menggelar semacam permufakatan. Tentunya permufakatan baik, karena ini untuk memilih 8 artikel terbaik. Pemilihan dilakukan oleh 8 awak redaksi, yang juga baik-baik.

Selama tahun 2016, setidaknya lebih dari 340 artikel tayang di voxpop.id, situs web tempat berbagi pandangan, cerita, dan kenangan ini. Artikel-artikel segar nan unik, yang kadang dipuji dan dibuli itu, adalah hasil kontribusi ratusan penulis dari berbagai daerah.

Tim redaksi kemudian menyortirnya menjadi 16 artikel. Tahapan ini sangat mudah, karena memilih berdasarkan jumlah views tertinggi, yang secara otomatis datanya sudah tersedia. Tahap selanjutnya yang mulai sulit, karena mempertimbangkan kualitas konten dan sebaran/partisipasi.

Tapi semuanya berlangsung mulus, karena tim kami sudah berpengalaman di bidangnya, uhukk… Sudah begitu saja, berikut 8 artikel terbaik di Voxpop tahun 2016:

1. Membayangkan Ahok, Ahmad Dhani, Buni Yani, Habib Rizieq, dan SBY Dirikan Republik Cinta

Cepi SabreArtikel ini ditulis oleh Cepi Sabre, seorang arsitek dan penulis serba bisa, sampai-sampai pernah menulis surat untuk Tuhan. Bayangkan, Tuhan saja disurati, apalagi kamu? Email aja kali, Mas. Wasap atau SMS gitu. Tuhan kan ndak ‘ndeso’.

Nah, pada tulisan kali ini, Mas Cepi menyarankan agar Ahok, Ahmad Dhani, Buni Yani, Habib Rizieq, dan pepo SBY bikin grup musik baru saja, sekaligus manajemen artis. Tak ada nama yang lebih pantas untuk kelompok ini selain Republik Cinta.

Esai bernuansa satire jenaka memang spesialisasi dari Mas Cepi. Dia pun mengisi secara rutin di Voxpop untuk serial ‘Cepika-Cepiki’, yang digandrungi banyak pembaca. Tulisannya bikin orang tersenyum, ngakak, terus cemberut, lalu marah-marah. Semuanya jadi satu, Bhinneka Tunggal Ika. Apa sih?

2. Burung Gereja, Agamamu Apa?

Sisca Guzheng Harp“Siang hari bergumul dengan kata-kata, menjelang malam bercinta dengan nada-nada.” Adalah Sisca Guzheng Harp, musisi perempuan asal Bandung, yang merangkai kalimat indah itu di biografi singkatnya. Begitu cintanya teteh yang satu ini dengan dunia musik dan menulis.

Kamu tahu harpa dan kecapi Tiongkok? Itu sudah menjadi bagian hidupnya. Cabikannya di senar dan tombol-tombol keyboard komputer begitu lembut, tapi meyakinkan. Kamu ingin jadi senar dan tombolnya? Silakan, kalau ingin hatimu tercabik-cabik.

Pada tulisan ini, Sisca mencoba berdialog dengan burung gereja, burung yang selalu membawa kegembiraan. Betul, kalau tadi ada yang menyurati Tuhan, kali ini ada yang bercengkerama dengan burung. Entah nanti siapa lagi yang coba berkomunikasi dengan, misalnya alien, boneka, atau makhluk gaib. Ini penulis apa paranormal?

Sisca juga ikut mengisi serial di Voxpop bertajuk ‘Catatan Si Neng’. Sampai-sampai orang bingung membedakan, ini Si Neng atau Sisca yang aslinya bernama Fransisca Agustin itu? Bukan begitu Neng, Teh, Cik, Ceu. Duh, kok jadi grogi?

3. “Jadi, Gebetan Kamu NU atau Muhammadiyah?”

Kalis MardiasihMuda, tersohor, tapi jomblo. Itu yang terbesit dari sosok Kalis Mardiasih. Meski masih muda dan kinyis-kinyis, pengalaman Kalis di dunia menulis jauh dari minimalis. Terlahir di keluarga yang kental dengan kultur nahdliyin, ia kerap menulis di berbagai media dengan perspektif yang begitu komprehensif.

Pada tulisan ini, Kalis coba mengingatkan kalau perbedaan antara NU dan Muhammadiyah seharusnya sudah selesai, bahkan sampai urusan asmara segala. “Segera temui bapaknya, lalu bilang kalau kita begitu sama dalam semua, termasuk urusan cinta,” begitu kata Kalis.

Hayo, segera temui orangtuanya mbak Kalis, eh?

4. THR Adalah Candu. Tanpa Disadari Punya Dampak Buruk

Fandy HutariNamanya Fandy Hutari. Cowok yang satu ini kadang nyeleneh sejak dalam pikiran, apalagi tulisannya. Contohnya, pada artikel kali ini. Sudah menjadi kebahagiaan masyarakat kelas menengah di negeri ini kalau mendapat THR dari perusahaan.

Tapi, menurut dia, tanpa disadari THR punya dampak buruk. Sudah jelas-jelas itu kebahagiaan, situ memangnya perusak kebahagiaan orang?

Fandy adalah jurnalis dan penulis yang sudah melahirkan sejumlah buku. Baginya, buku adalah anak ideologis yang merupakan hasil dari pernikahan dan persenggamaan dengan berbagai pemikiran. Bukankah buku adalah mahkota seorang jurnalis? Jadi kapan nikah, bro Fandy?

5. Menyimak Curhatan Alien soal Hari Kiamat

Kukuh Purwanto“Entah nanti siapa lagi yang coba berkomunikasi dengan, misalnya alien, boneka, atau makhluk gaib.” Sepertinya kalimat itu menjadi kenyataan. Kukuh Purwanto adalah penulis yang berkomunikasi dengan alien itu melalui serial ‘Cerita Fiksi Misteri’ di Voxpop.

Serial fiksi bernuansa satire yang menggelitik dan kadang jenaka itu kerap menjadi kontroversi di kalangan pembaca. Sebab, Kukuh ‘tampil beda’ dengan caranya yang khas dan tak biasa.

“4Li3n tuch k4n cm 4d di fiLm2. B’4rti tlzn m4z k3m4r3n bu’ung donx!!!” tulis seorang pembaca. “Yang mengunjungi anda bukanlah alien. Itu jin yang menyamar. Dan tidaklah Tuhan menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada-Nya,” ujar seorang pembaca yang lain.

Kukuh memang memiliki kemampuan bercerita yang mumpuni. Itu mengapa ia berhasil berbicara di tingkat nasional, dengan menyabet gelar Juara I ‘Lomba Esai Budaya Damai’ dan Juara Favorit ‘Lomba Penulisan Cerita Rakyat 2015’, yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

6. Mengapa Kita Harus Iri Seiri-irinya kepada Islandia

Isidorus RioIsidorus Rio Turangga adalah penulis yang tulisannya masuk dalam daftar artikel terbaik di Voxpop selama dua tahun berturut-turut. Setelah tahun lalu dengan artikel berjudul ‘Curhatan Seorang Muslim yang Hidup di Keluarga Katolik’, kini giliran tulisannya yang berjudul ‘Mengapa Kita Harus Iri Seiri-irinya kepada Islandia’.

Isidorus Rio Turangga menyampaikan bahwa Islandia – negara kecil yang tak memiliki tradisi sepak bola – ternyata mampu berbicara di gelaran setingkat Piala Eropa 2016. Mengapa Indonesia yang memiliki antusiasme tinggi, malah tidak mampu? Di level Asean, misalnya.

Tak berlebihan kalau Rio adalah wonderkid di dunia menulis, layaknya Alex Iwobi, Kelechi Nwakali, dan Granit Xhaka di Arsenal. Yang dibutuhkan hanya kesabaran, seperti sang pelatih: Arsene Wenger. Terus kapan Arsenal juara?

7. Sosok Messi dan Mario Teguh yang Ada pada Kita

Asta PurbagustiaAdalah Asta Purbagustia, yang menulis artikel ini. Sebuah tulisan yang menggugah bahwa Lionel Messi dan Mario Teguh itu sama seperti kita, bukan makhluk super. Ocehan Mario Teguh memang sempurna, tapi tak sesempurna hidupnya. Sama halnya dengan Lionel Messi. Ia bukanlah ‘Tuhan’ sepak bola yang bisa melakukan apapun sesuai kehendaknya.

Messi dan Mario Teguh adalah wujud dari manusia yang selalu ada celah menganga. Memanusiakan mereka adalah pilihan tepat. Sebab, kesempurnaan hanyalah milik Allah. Kalau sempurna milik Andra & The Backbone. Mungkin bisa ditambah Chelsea Islan biar lengkap.

8. Yang Memuaskan dan Mengecewakan dari Warkop DKI Reborn

Katondio Bayumitra WedyaMasih ingat celotehan “Gile lu, Ndro!” dan “Jangkrik Boss!” Atau, sumpah serapah, “Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus. Kirik.”

Bagi penulis artikel ini, Katondio Bayumitra Wedya, semua itu terlalu dalam membekas, sehingga sulit dilupakan. Melalui film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, bangsa ini seolah menasbihkan dirinya sebagai bangsa yang gagal move on secara paripurna.

Sudahlah akui saja. Diam-diam baper masa lalu itu juga hak segala bangsa. Asalkan itu bikin bahagia, pacarmu bisa apa?

Demikian artikel-artikel terbaik tahun 2016. Kami selaku redaksi Voxpop Indonesia mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru 2017’. Terima kasih banyak kepada para pembaca dan penulis. Tahun berikutnya pasti lebih baik…