5 Skenario Besar yang bakal terjadi di ISIS

5 Skenario Besar yang bakal terjadi di ISIS

oilandgaspeople.com

ISIS krisis? Ini jelas kabar buruk buat para anggotanya. ISIS alias Negara Islam Irak dan Suriah itu kabarnya bakal memangkas gaji bulanan anggotanya dari US$ 400 menjadi US$ 200. Bisa dibilang duit ISIS lagi seret, karena ladang minyak yang dikuasai anak buah Abu Bakar Al-Baghdadi itu digempur Amerika, Rusia, dkk.

Ini tentu menarik untuk dibahas, apalagi teroris yang katanya ISIS baru saja ‘konser’ di Jakarta. Saya akan pakai kacamata sebuah perusahaan, yang sekarang juga sedang krisis keuangan dan akhirnya memilih efisiensi biaya.

Saya membayangkan, Abu Bakar Al-Baghdadi adalah direktur utama PT ISIS. Pastinya dia sedang asem mukanya. Bagaimana tidak? Aset-aset yang selama ini jadi pundi-pundi uang banyak yang hancur dibom Amerika dan Rusia, terutama instalasi pengeboran minyak. Apalagi, harga minyak dunia lagi melorot di bawah US$ 30 per barel. Entah ini alami atau sengaja dipelorotin kapitalisme global.

Dalam kondisi seret seperti itu, tak ada jalan lain, Al-Baghdadi mau tidak mau harus mengambil jalan seperti yang ditempuh para bos-bos perusahaan. Pengeluaran harus dikurangi! Makanya gaji para karyawan ISIS terpaksa harus dibabat habis.

Jika tak ada lagi pemasukan, perusahaan pun terancam gulung tikar. Semangat bekerja atau bertempur para karyawan sepertinya akan ikut terpengaruh. Dengan gaji yang tak lagi besar, mereka harus bertaruh nyawa di medan perang. Siapa yang mau kalau begitu?

Kalaupun ada, ISIS masih mengandalkan produk-produk lama. Tak ada kreativitas lagi selain menjual Daulah Islamiyah, sembari mengimingi bonus 72 bidadari di surga. Bidadarinya masih perawan lagi. Tak ada yang lain selain itu. Tapi, kalau situasinya terus memburuk, hukum ekonomi sepertinya yang akan berlaku. Inikah senjakala? – mengutip istilah yang lagi ngetren di kalangan penulis.

Bisa jadi korting gaji akan kembali dilakukan. Bisa jadi pula, pak bos Al-Baghdadi menelan pil pahit dengan mem-PHK para karyawannya. Apa boleh buat? Tentu ini kian memukul semangat kerja para karyawan ISIS. Dalam kondisi seperti itu, ada beberapa skenario yang sangat mungkin bakal terjadi. Mari simak:

1. Reorganisasi

Jika ISIS tak lagi dapat pemasukan, Al-Baghdadi sebagai bos akan mengambil langkah penghematan selain memotong gaji karyawannya. Kemungkinan besar, dewan direksi ISIS bakal dikurangi plus dengan korting gaji. Istilahnya bakal ada reorganisasi struktur direksi ISIS.

2. Penghapusan Bonus

Tentunya ini bonus di dunia. Kalau di akhirat kan bukan urusan Al-Baghdadi lagi. Silakan urus masing-masing. Jadi tahun ini kemungkinan nggak ada THR lebaran untuk para karyawannya. Bersiaplah…

3. PHK Karyawan Kontrak

Jika terus memburuk, tak ada jalan lain, selain mem-PHK karyawan ISIS yang berada di garis depan, terutama yang masih kontrak atau outsourcing supaya bebas bayar pesangon. Lagipula berada di garis depan itu high cost, karena harus ada insentif.

4. Gadai Aset

Al-Baghdadi mengambil opsi menggadaikan segala aset perusahaan. Kalau opsi ini diambil, saran saya hubungi pegadaian. Pasti mereka akan memberikan solusi dan harga gadai terbaik. Ingin mengatasi masalah tanpa masalah, bukan?

5. Jual Barang Bekas

Al-Baghdadi akan menjual apa saja supaya ada kas di tangan (cash on hand). Kemungkinan yang pertama kali dilego adalah barang bekas atau rongsokan. Rongsokan tank, senjata, atau selongsong peluru. Bisa pasang iklan di situs belanja online plus diskon 99%. Kalau perlu kasih diskon yang lebih nggak masuk akal.

Kalau nggak laku juga, suruh orang-orang Indonesia yang jadi anggota ISIS untuk jualan besi tua tersebut. Lalu kasih komisi. Daripada ngebom cuma berharap 72 bidadari di surga? Memang bidadari cuma mereka yang punya?

Jika 5 skenario itu nggak manjur, ISIS nggak perlu ikut-ikutan keluarin paket kebijakan yang entahlah sampai berapa itu. Umumkan saja bangkrut alias pailit, terus bubar. Lalu kasih saran kepada para karyawan untuk mencari pekerjaan yang benar, yang layak, yang halal.

Setidaknya itulah beberapa skenario yang sangat mungkin terjadi pada ISIS dalam situasi yang ‘normal’. Saya sedang tidak ingin berteori konspirasi dengan mengatakan, “Kalau ISIS dianalogikan sebuah perusahaan dan Al-Baghdadi adalah direktur utamanya, lalu siapa pemegang saham pengendalinya?”